Sarasehan: Implementasi KTSP dalam Pendidikan Informal

Sarasehan: Implementasi KTSP dalam Pendidikan Informal

“..Menarilah dan terus tertawa

Walau dunia tak seindah surga

Bersyukurlah pada Yang Kuasa

Cinta kita di dunia, selamanya..”


Potongan lirik Laskar Pelangi ini berulang-ulang dinyanyikan adik asuh Panglima Polim dalam Jambore Sahabat Anak di Cibubur, 19-20 Juli lalu. Dipilih sebagai yel-yel, boleh jadi lagu ini yang kemudian menjadikan adik-adik so sweet, selama acara berlangsung.

Di sesi Karya Nusantara, yel-yel itu wajib hukumnya dinyanyikan. Karya Nusantara adalah rangkaian acara yang menyajikan berbagai kreativitas: membuat pajangan kertas, membuat batik, kerajinan pembatas buku dan mote, kerajinan lampion dan mainan anak, serta mengenal alat musik tradisional.

Setiap kali adik-adik pindah area untuk belajar kreasi, panitia meminta mereka untuk menampilkan yel-yel. ”Wah, so sweet,” komentar salah satu kakak panitia mbatik, usai tim Bangka Belitung menampilkan yel-yelnya di hadapan mereka dan peserta lainnya. Wah Kak Nia sang koreografer pun bangga disebut so sweet ya.. :)

Kenyataannya mereka memang manis dan bersikap sopan sepanjang acara. Ke 26 adik yang ikut Jambore ini terlihat antusias mengikuti sesi demi sesi di rangkaian Karya Nusantara. Secara bergantian maju ke depan dan membuat karya. Atau beramai-ramai mengerjakan perintah/permintaan panitia kreasi anak.

5-small

Salah satu adik, Andre, terlihat bersemangat ketika membuat pembatas buku. Ia menyimak petunjuk dari salah satu kakak panitia berkaos kuning yang cantik. Dan Andre kemudian tersenyum bangga ketika pembatas buku bergambar orang yang mengenakan peci dan batik itu telah selesai dibuatnya. Hmmm…

6-small

Tapi bukan hanya di sesi kreativitas saja, adik-adik ceria dan aktif. Di sesi olimpiade sahabat anak pun (Olisa I dan II), mereka sportif. Seperti sudah sepenggal diceritakan di Tertawa di Rumput hijau bagian I. Kisah lainnya, bahwa biarpun kekalahan demi kekalahan datang beruntun, tapi semangat tanding tak pernah luntur.

Saat pertandingan tarik tambang, mereka yang terdiri atas Ari F, Ipung, Mila, Salamah, Andre dan Nita harus bertanding dengan adik-adik dari tim lawan yang berbadan besar. Perjuangan mereka patut diacungi jempol, karena hasilnya 2-1. Meski kalah, tapi setidaknya Kak Arend yang memandu mereka boleh bangga. ”Mereka sampai sempat tarik rumput untuk tahan tambang,” kata Kak Arend.

7-small

Yang tidak kalah menegangkan, ketika pertandingan yang melibatkan dua kakak asuh. Kak Q Boy dan Kak Daniel (rekan dari Sahabat Anak), harus bertarung dalam permainan ’Buntelan Semar’—mirip main naga-nagaan. Yakni adik dan kaka berbaris berpegangan tangan satu sama lain.

Kak Q Boy yang berada di baris depan—sebagai kepala naga, matanya dibuat tertutup sehelai kain, sedangkan Kak Daniel menjadi ekor dari barisan itu. Sedangkan adik-adik berada di antara kedua kakak. Nah agar lawan mati, kepala naga harus memukul atau melemparkan buntelan. Tapi menjaga ekor tidak terkena lawan.

Wah jerit-jerit deh penonton semuanya, ketika lonceng permainan itu dibunyikan di lapangan. Pasalnya dalam satu arena terdiri dari 3-4 naga-nagaan. Mereka saling berlari, berkejaran dan mematahkan lawan. Sampai hasilnya, tim Bangka Belitung memperoleh nilai seri dengan lawan.

Permainan lainnya yang tidak kalah istimewa sekaligus menggelikan adalah permainan Estafet Bahenol. Bryan, si adik kecil sangat menggemaskan dan membuat kak Arend tertawa lepas. Karena permen yang ada di baskom bercampur kopi malah ditelannya. Dan menurut Kak Sisil, mereka melakukan kesalahan-kesalahan yang membuat tim tidak memperoleh poin.

Semua aktifitas yang dikemas padat itu pun tidak membuat fisik adik dan kakak lemah. Malahan ketika malam pentas kreasi digelar, berjoget dan bernyanyi bersama dengan riangnya. Gerakan poco-poco pun tumpah di rumput Bumi Perkemahan Cibubur. Ya, rumput itu terus tertawa selama kami menari bersama. (Tata Silaban)

LAPANGAN berumput itu sepertinya ikut tertawa. Ketika puluhan adik asuh berlari kencang menuju tenda hijau di tepi lapangan. Mereka riang; karena baru saja Slamet, Lina dan Alsa  memberikan kemenangan dalam lomba bakiak—sandal kayu berukuran panjang–, di Jambore Sahabat Anak, Minggu sore 19 Juli 2009.

Tidak dinyana, ketiga adik berawak mungil telah mengalahkan lawan yang berbadan besar dan berlangkah panjang. Hanya karena lawan kurang cermat; yang lebih dulu meninggalkan arena tanding sebelum menyentuh garis finish. Lantas disusul Slamet dan kawan-kawan dengan langkah pasti, meski sempat jatuh sekali, menuju garis finish.

1-small

”Ayo kita tos,” ajak Kak Daniel spontan dengan lantangnya, usai pertandingan itu. Adik serta kakak asuh pun membentuk lingkaran dan menyatukan jemari tangan seraya berteriak bangga ”Bangka Belitung”! Ini adalah nama tim adik asuh asal Panglima Polim, dalam Jambore di Cibubur, Bogor.

Kegembiraan itu mirip salah satu adegan dalam film Laskar Pelangi.. Ketika anak-anak didik Bu Mus menang dalam lomba karnaval dan memperoleh piala, untuk kemudian dipajang di lemari kelas yang pintunya harus diganjal kertas baru tertutup rapat. Senyum dan tawa para laskar itu tulus, persis sama dengan adik asuh Panglima Polim.

Tawa mereka pun tetap renyah di tengah teriknya matahari pagi menjelang siang (20/7). Saat itu mereka mengikuti pertandingan Kuis Tanah Airku (KUTU). Di babak semifinal, adik-adik tidak saling menyalahkan malahan mentertawakan kesalahan mereka. Berbeda dengan kelompok lainnya yang terlihat beradu mulut. Lagi-lagi mereka riang, ketika diumumkan tim Bangka Belitung gagal masuk babak final.

Mungkin bisa jadi benar, apa yang dikatakan Kak Nadine, bahwa adik-adik ikut bertanding hanya untuk bermain. Kalah dan menang tidak menjadi prioritas. Tapi semangat, kerjasama, kekompakan tetap menjadi kunci untuk mengikuti setiap kompetisi.

Bisa jadi pula, sikap manis mereka ini yang menarik perhatian wartawan DAAI TV untuk mewawancarai setelah kuis berakhir. Salah satunya, Ary Febri yang terlihat lincah dalam setiap pertandingan termasuk di Olimpiade Sahabat Anak (Olisa).  Ia diwawancarai tentang alasannya mengikuti Jambore ini. Yang rencananya ditayangkan di Program Mata Hati.

Dan usut punya usut, ternyata lebih dari tiga anak diwawancarai termasuk Lina dan Wanto. Wah kalau gitu, makasih ya mba..:) Mudah-mudahan, adik-adik bisa menjadi inspirasi buat pemirsa DAAI TV

2-small

Meski begitu, kemenangan kepingin banget diraih. Maka ketika bazaar dimulai, Kak Sisil dan adik-adik bersiap-siap menggelar lapak di depan tenda. Barang dagangan berupa gelang-gelang, kalung dan penjempit notes/foto siap dijual. ”Ayo beli.., beli… Karya kami … Bangka Belitung,” dinyanyikan adik dan kakak (termasuk Kak Carmen dari Sahabat Anak) dengan iringan kaleng kue dan botol aqua.

Di bazaar ini, Kak Martha pun memutar otak agar penjepit notes yang masih banyak terpajang laku terjual. Cukup dengan memajangkan foto keluarga Silaban berukuran 2 R, di penjepit foto.. mantaplah sudah bagi pengunjung untuk tahu manfaat benda unik yang terbuat dari resin dan kawat itu. ”Beli bu, pa, kak, dek.. Yang beli dapat berkah, yang jual dapat untung,” kata Kak Martha dengan kacamata hitamnya.

Kerja keras pun membuahkan hasil. Kak Sisil tersenyum puas, ketika seluruh dagangan laku terjual. Total Rp 570 ribu. Puji Tuhan! Dan tim Bangka Belitung meraih juara III untuk lomba bazaar ini. Lagi-lagi, rumput itu tertawa ketika adik-adik berlarian menuju tengah lapangan untuk membawa hadiah pulang ke Panglima Polim. Puji Tuhan..(Tata Silaban)

3-small

4-small


1MATA Aisah tertuju pada uang pecahan yang tergeletak di depannya. Tangan mungilnya dengan gesit meraih uang kertas Rp 5000, sesaat kak Ambar usai membacakan pertanyaan kuis. Ia berlari kencang dan memberikan uang itu pada Kak Vanie yang berada sekitar tiga meter di hadapannya.

Dan horee….. Aisah yang mengenakan baju pink itu berhasil membawa timnya menjadi juara pertama dalam perlombaan di Museum Bank Mandiri, Sabtu 11 Juli lalu. Bersama tim kakak asuh GKI Panglima Polim, adik-adik berwisata ke museum: Bank Indonesia dan Bank Mandiri, di kawasan Kota, Jakarta.

Kedua museum itu dipilih untuk menikmati masa liburan sekolah memasuki tahun ajaran baru 2009. Adik-adik yang mengikuti acara ini adalah mereka yang rajin mengikuti les setiap Sabtu di ruang Tesalonika, GKI Panglima Polim. Selain itu, mereka adalah anak-anak yang pada 19-20 Juli tidak mengikuti Jambore Sahabat Anak di Cibubur.

Perjalanan wisata yang dikomandani Kak Ben ini, dimulai dari pukul 08.00 ke museum Bank Indonesia. Adik-adik disuguhi tayangan film kartun tentang Buah Apel dan Anak Kecil. Film yang diputar sekitar 20 menit ini mengisahkan transaksi atau jual beli dalam suasana jalan-jalan.

Disusul kemudian dengan melihat-lihat benda sejarah perbankan di Indonesia. Benda-benda seperti mesin tik, stempel, dan lukisan bangunan bank Indonesia jaman dahulu. Lalu games tentang film yang dipimpin Kak Ambar, dan permainan Bisik-bisik. Sedangkan anak remaja atau SMK mencatat peristiwa sejarah dan diberikan pertanyaan.

Dua jam berselang, adik-adik menikmati bakpau hangat dan segelas air putih di pelataran museum Bank Indonesia. Beberapa di antara mereka membuka kotak bekel: berisi mie goreng. Slurppp sedapnya.. Diselingi dengan foto-foto bersama kakak asuh. Pose dan senyum menyatu dalam kamera.

2

Udah segar deh… Adik-adik beranjak ke museum Bank Mandiri yang letaknya bersebelahan dengan gedung museum Bank Indonesia. Mereka kembali disuguhi dengan film. Kali ini lebih spesifik, karena berkaitan dengan sejarah bank swasta itu yang merupakan gabungan dari empat bank: Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim dan Bapindo. Keempatnya bergabung karena krisis moneter pada tahun 1998.

Di tempat ini, suasananya tidak kalah menarik. Bangunannya eksotis: pilar-pilar kokoh, kaca pirek warna warni yang menyusun tentang empat musim, lantai yang terbuat dari cetak keramik masa lampau, serta puluhan gantungan lampu bundar yang dipasang dengan bohlam kuning. Tempoe doeloe nan klasik.

Mungkin juga karena alasan itu, pasangan yang akan menikah datang ke museum ini untuk foto pre wedding. Kakak asuh pun ehm tak kalah mati gaya untuk memanfaatkan jalan-jalan ini. Sesi foto berlangsung di sudut-sudut ruangan …  Jepret mas, mbak! Sini loh kak, lae, eda…. tempatnya keren! Pre wed ya?? Halah!!!!

4Siang menjelang, saatnya bagi adik-adik menikmati santapan ayam crispy dari Kentucky Fried Chicken. ”Cuci tangan dulu,” kata Kak Ata dan Kak Dwi yang memandu acara. Bergiliran tiga orang, adik-adik membersihkan tangannya ditemani kakak asuh. Setelah berdoa, mereka makan dengan lahap. Terima kasih Tuhan…

Tenaga adik-adik kembali ke angka 100 persen. Siap untuk bertanding. Kalah dan menang adalah realita dalam kehidupan. Adik-adik asuh diajar melalui perlombaan, untuk berkompetisi sekaligus memahami bahwa kemenangan diperoleh dengan usaha. Sebaliknya kegagalan berarti pintu menuju keberhasilan.

Akhirnya, adik-adik pun boleh pulang membawa oleh-oleh hadiah dan makanan ringan. Air muka mereka memancarkan kegembiraan ketika ketika turun dari bus  di Taman Panglima Polim. Sayonara, sampai jumpa lagi di karyawisata selanjutnya.. (Tata Silaban)

5

Program Belajar Bersama & Living Values Activities

  • Berlangsung selama 2x pertemuan yaitu pada tanggal 6 dan 13 Desember 2008 di ruang Tesalonika, GKI Kebayoran Baru.
  • Pada tanggal 6 dan 13 Desember tersebut, kegiatan belajar mengajar difokuskan pada TRY-OUT ujian akhir semester ganjil. Berdasarkan pemantauan, pengayaan, dan tatap muka setiap sabtu, secara umum semangat adik-adik untuk belajar dan berkompetisi cukup baik tetapi konsentrasi dan daya serap terhadap pelajaran masih dinilai sangat kurang.
  • Setiap PJ kelas telah diminta untuk memotivasi setiap adik yang ada di kelasnya dan membuat groundrules untuk kelasnya masing-masing. Diharapkan adik-adik terbantu secara kognitif maupun afektif.
  • Tim Adik Asuh menerima sumbangan buku-buku “Pendidikan Nilai Anti Korupsi” yang diterbitkan oleh KPK. Buku-buku mengarahkan peserta didik untuk memiliki 9 nilai yang membantu menjadikannya manusia Indonesia yang berintegritas.
  • Program tambahan gizi (dalam anggaran dicatat sebagai konsumsi) mulai diperhatikan kembali dan setiap sabtu terakhir setiap bulannya diadakan perayaan ulang tahun kolektif untuk membantu adik-adik menyadari pentingnya identitas diri.
  • Kegiatan perayaan ulang tahun kolektif pada akhir bulan tidak dilaksanakan bulan ini tetapi akan disatukan dengan perayaan ulang tahun kolektif pada bulan Januari. Maksud kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran identitas pada diri anak.
  • Pada tanggal 13 Desember adik-adik kelas 3 SD ke atas menghadiri perayaan Natal Sekolah Minggu di PTIK.
  • Pengadaan materi edukasi dan bahan aktivitas edukasi direkomendasikan dalam RPA berikutnya, begitu pula penambahan gizi.

Program Persekutuan Kakak Asuh

  • Persekutuan kakak asuh Desember sekaligus persekutuan akhir tahun para kakak asuh diadakan di kediaman kak Merry di Citra Indah pada tanggal 20-21 Desember 2008. Dalam kegiatan ini dilaksanakan 2x ibadah dan sisanya diisi dengan acara kebersamaan seperti tukar kado, berolahraga bersama, bakar ayam dsb. Ibadah pertama juga dihadiri oleh majelis Kespel yaitu Pnt. Krisman, Pnt. Lucia dan Pnt. Talena. Tim Adik Asuh sangat berterima kasih atas kehadiran, bantuan transportasi dan wejangan yang diberikan oleh para penatua.
  • Persekutuan kakak asuh yang dilaksanakan di kediaman-kediaman kakak asuh baik yang masih aktif ataupun yang sudah tidak aktif, dengan maksud untuk membangun jembatan dan menciptakan komunitas dengan keluarga masing-masing kakak asuh sehingga perasaan memiliki dan persekutuan semakin harmonis.

Info Kegiatan Januari 2009

  • Sabtu, 3 Januari 2009: Persiapan Kakak Asuh memasuki Semester 2 tahun ajaran 2008/2009
  • Sabtu, 10, 17, 24, 31 Januari 2009: Program belajar bersama + Living Values Activities
  • Sabtu, 31 Januari 2009: Program persekutuan Kakak Asuh di pastori Potlot
Hamidah menerima Piagam Penghargaan atas prestasinya sebagai peserta terbaik Kompetisi Matematika. Piagam diserahkan oleh PIC Kompetisi yaitu kak Ian.

Hamidah menerima Piagam Penghargaan atas prestasinya sebagai peserta terbaik Kompetisi Matematika. Piagam diserahkan oleh PIC Kompetisi yaitu kak Ian.

PJ Kelas 4 yaitu kak Andre menyerahkan apresiasi kakak asuh kepada Hamidah berupa sepasang sepatu sekolah.

PJ Kelas 4 yaitu kak Andre menyerahkan apresiasi kakak asuh kepada Hamidah berupa sepasang sepatu sekolah.

Adik-adik berkumpul setelah belajar bersama terakhir di tahun 2008 menyaksikan penyerahan apresiasi kepada yang berprestasi. Ayo semuanya... tahun depan harus lebih baik lagi (",)

Adik-adik berkumpul setelah belajar bersama terakhir di tahun 2008 menyaksikan penyerahan apresiasi kepada yang berprestasi. Ayo semuanya... tahun depan harus lebih baik lagi (",)

Program Belajar Bersama & Living Values Activities

  • Berlangsung selama 5x pertemuan yaitu pada tanggal 1, 8, 15, 22 dan 29 November 2008 di ruang Tesalonika, GKI Kebayoran Baru.
  • Pada tanggal 15 November diadakan pelatihan kreativitas dan pada tanggal 22 November diadakan pengayaan dalam belajar melalui kegiatan ‘KOMPETISI MATEMATIKA’ ala adik asuh. Bentuk kompetisi dibuat sedemikian rupa sehingga menyentuh 3 ranah pendidikan yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Bentuk pengayaan seperti ini akan terus dilakukan untuk memotivasi semangat belajar adik-adik dan menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan.
  • Sistem PJ Kelas berjalan dengan baik, beberapa kelas mulai menerapkan ‘ground rules’ yaitu kesepakatan atau aturan main yang dibuat bersama antara kakak asuh dan adik-adik dalam kelasnya sebagai bagian dari pendidikan nilai. Hal ini dimaksudkan agar peraturan tidak menjadi suatu beban melainkan tanggung jawab dan milik bersama.
  • Kegiatan belajar mengajar selama bulan November diarahkan pada persiapan ujian akhir semester.
  • Program tambahan gizi (dalam anggaran dicatat sebagai konsumsi) mulai diperhatikan kembali dan setiap sabtu terakhir setiap bulannya diadakan perayaan ulang tahun kolektif untuk membantu adik-adik menyadari pentingnya identitas diri.
  • Dalam bulan November ini kami juga menerima katekisan yang magang, anak sekolah yang melakukan praktikum pelajaran agama Kristen (tugas berinteraksi dengan anak-anak kurang mampu).
  • Kami juga menerima satu buah lemari buku dari gereja yang diletakkan di ruang Tesalonika untuk mengaktifkan kembali kegiatan gemar membaca yang sempat terbengkalai selama 8 bulan karena tidak adanya tempat buku yang memadai. Buku-buku yang ada umumnya berasal dari sumbangan (buku bekas).
  • Pengadaan materi edukasi dan bahan aktivitas edukasi direkomendasikan dalam RPA berikutnya, begitu pula penambahan gizi.

Program Pelatihan Kreativitas

  • Diadakan dalam bentuk kegiatan belajar melipat kertas (origami). Dalam kegiatan origami kali ini, tidak ditekankan pada aspek kuantitatif melainkan pada pemahaman langkah demi langkah dalam menghasilkan suatu bentuk dan kemampuan melihat pola. Dalam hal ini, yang cobah disentuh adalah ranah kognitif dan psikomotorik adik-adik. Kegiatan dilakukan pada tanggal 15 November 2008 di ruang Tesalonika, GKI Kebayoran Baru.

Program Persekutuan Kakak Asuh

  • Persekutuan kakak asuh November dilaksanakan pada tanggal 30 November 2008. Bentuk kegiatannya adalah beribadah bersama pada kebaktian pk. 10.00 WIB, setelah itu bertempat di ruang Perpustakaan GKI Kebayoran Baru, diadakan sharing, pembahasan materi evaluasi semester 1 dan RPA 2009-2010, belajar lagu, dan berdoa bersama. Materi evaluasi dan RPA sebelumnya telah dibahas melalui media milis kakak asuh, dalam persekutuan ini semua bahan tersebut digumulkan lagi dan dibahas bentuk-bentuk kongkrit yang dapat dilaksanakan ketika RPA tersebut disetujui.

Info Kegiatan Desember 2008

  • Sabtu, 6 & 13 Desember 2008: Program belajar bersama + Living Values Activities
  • Sabtu – Minggu, 20 – 21 Desember 2008: Program persekutuan kakak asuh akhir tahun

Kompetisi Matematika 08

Kompetisi Matematik 08 (2)

Kompetisi Matematika (03)

Adik-adik kadang membuat kejutan-kejutan yang mencengangkan. Siapa sangka peserta terbaik kompetisi matematika perdana ini adalah Hamidah yang sudah dua kali tidak naik kelas dan si Wanto yang dulu membuat kakak-kakak pangling karena terlambat bisa membaca dan menulis menjadi salah satu yang gemilang di kompetisi ini. Hmmm.. harus semakin kreatif nih menciptakan situasi belajar yang menyenangkan.


Kompetisi Matematika ini adalah salah satu upaya yang digagas para kakak asuh untuk menyemangati adik-adik dalam belajar dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Cuma di Adik Asuh lho.. bisa belajar Matematika sambil lari estafet ^^.

Thanks God buat rekan-rekan kakak asuh yang oke banget dan emang punya hati memberi yang terbaik bagi pelayanan ini. Visit us at http://adikasuh.wordpress.com

Selama bulan Oktober, banyak kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Tim Pelayanan Adik Asuh. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain:

2 Oktober 2008

Bertepatan dengan perayaan Idul Fitri hari ke-2, para kakak asuh berkunjung ke komunitas keluarga adik asuh yang masing-masing berada di lapak Damai – Cipete Utara, lapak BRI – Radio Dalam, dan lapak Kober – p. Antasari. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka bersilahturahmi sekaligus melihat lebih dekat kehidupan adik-adik. Beberapa kakak baru sangat terkesan dengan keinginan keluarga-keluarga ini dalam berusaha untuk menyambut kami dengan baik dan keinginan mereka untuk memberi. Contohnya, beberapa keluarga datang membawakan kue-kue kering seadanya ke satu rumah (rumah mereka umumnya berdekatan dan kadang hanya dipisahkan sekat) agar kami bisa mencicipinya, atau saweran membelikan kami teh botol. Ada juga keluarga-keluarga yang sedang berduka. Kami tahu, hidup memang kadang tidak mudah.

4 Oktober 2008

Persekutuan kakak asuh bulan ini diadakan pada awal bulan dan berlangsung di kediaman kak Dedet. Renungan dibawakan oleh kak Apri dengan fokus pada motivasi pelayanan. Pada sesi sharing, kakak-kakak memutuskan untuk semakin memantapkan pelayanan dengan membuat suatu rencana strategis tim.

Belajar bersama pada sabtu ini dilakukan di ruang Tesalonika pada pk. 14.00 – 16.00 WIB. Sistem PJ Kelas mulai diterapkan kembali.

11 Oktober 2008

Belajar rutin dilaksanakan di ruang Tesalonika pada pk. 14.00 – 16.00 WIB.

18 Oktober 2008

Kakak asuh melaksanakan pertemuan membahas rencana strategis Tim Pelayanan Adik Asuh untuk tahun 2009 di kediaman kak Shinta. Pembahasan ini dipimpin oleh kak Ian dan diikuti dengan serius oleh para kakak asuh. Ada empat fokus yang ingin dikerjakan pada tahun 2009 nanti yaitu pendidikan akademis, pendidikan nilai, pendidikan keterampilan dan pendidikan kesehatan. Para kakak asuh juga menyadari berbagai kekurangan dalam pencapaian selama ini, karena itu kami mau belajar selangkah demi selangkah dan tidak menetapkan target yang terlalu muluk-muluk. Minimal, kakak-kakaknya harus siap dulu sebelum adik-adiknya disiapkan (lihat juga artikel Ears and Thumbs).

Belajar rutin dilakukan di ruang Athena pada pk. 14.00 – 16.00 WIB. Kegiatan belajar berjalan dengan baik.

25 Oktober 2008

Belajar rutin diadakan di ruang Tesalonika pada pk. 14.00 – 16.00 WIB. Selesai belajar, diadakan syukuran untuk adik-adik dan kakak-kakak yang berulangtahun sepanjang bulan Oktober. Kegiatan ini kami anggap penting untuk adik-adik, selain bentuk apresiasi juga merupakan ajakan untuk menyadari identitas dirinya. Ada lho adik-adik yang tidak tahu kapan ulang tahunnya dan masih menebak-nebak umurnya.

Demikian gambaran umum kegiatan-kegiatan yang berjalan sepanjang bulan Oktober. Untuk bulan November, mohon doakan rencana-rencana berikut:

- Belajar rutin dan penerapan living value

- Minggu kreativitas

- Kompetisi Matematika

- Persekutuan Kakak Asuh

- Kesehatan adik-adik dan keluarganya

Tuhan memberkati ^^

Telinga dan jempol, apa hubungannya?
Lebih-lebih lagi, apa hubungannya dengan pelayanan Adik Asuh?
Jelas ada! Setidak-tidaknya sejak rapat Renstra sabtu kemaren (“,)

Seperti yang tertulis pada kolom Agenda Oktober pada sidebar blog ini, pada tanggal 18 Oktober kami mengadakan penyusunan Rencana Strategis Tim Pelayanan Adik Asuh. Ada banyak hal yang dibicarakan, salah satunya adalah mengenai nilai-nilai hidup. Nilai hidup pun ada banyak sekali, tetapi mulai sabtu kemarin sampai dengan November nanti ada hal sehubungan dengan nilai tersebut yang akan diaplikasikan dalam pelayanan ini. Tentu saja, pionernya harus para kakak asuh lebih dahulu yang bisa melakukannya karena kakak asuh adalah role model bagi adik-adik. Secara umum, nilai yang akan diaplikasikan ini adalah bagaimana menghargai sesama dan diwujudkan dalam dua hal dengan ikon telinga dan jempol (“,), yaitu:

‘ACTIVE’ LISTENING

Ini bukan sekedar nilai tetapi juga ‘keterampilan’. Jika orang lain, dalam hal ini adik-adik, diberikan ruang, waktu dan kesempatan untuk membagikan pemikirannya dan bagaimana ia berpikir, maka diharapkan ia merasa dipahami (bukan diadili), lebih peduli pada apa yang ia pikirkan serta hasil ataupun dampak dari hal tersebut (bukan masa bodoh), percaya diri untuk memiliki dan mengemukakan pendapat (bukan ketakutan tidak beralasan), dan mungkin dapat mengubah pandangan yang salah (tanpa takut disalahkan).

Tipsnya adalah:

  • berikan kesempatan untuk berbagi
  • perhatikan respons dirimu (baik verbal ataupun non-verbal)
  • ambil jeda untuk berefleksi, tawarkan masukan yang baik
  • pastikan bahwa kamu mendengar
  • berusahalah untuk tidak langsung melompat pada kesimpulan, memotong pembicaraan, menyelesaikan kalimat orang lain, memberikan solusi yang mengambang, mengalihkan dari topik yang tidak kamu suka, mendistraksi diskusi
  • tetap memastikan bahwa baik kamu dan lawan bicaramu sama-sama orang yang dikasihi Tuhan (“,)

Memang tidak mudah melakukannya. Mungkin itulah gunanya Tuhan memberikan dua telinga dan hanya satu mulut.

MEMBERI PUJIAN

Ketika kita menyadari betapa berharganya orang-orang yang Tuhan tempatkan disekeliling kita, maka kita juga akan dengan mudah menemukan banyak hal-hal baik dari orang itu. Sehingga ide memberikan pujian untuk hal-hal kecil ataupun hal-hal besar adalah sesuatu yang bisa dilakukan setiap orang. Tentu saja pujian itu harus sungguh-sungguh berasal dari hati yang tulus. Pujian yang tulus tidak membutuhkan biaya, tidak menyakitkan, tidak membuat kita kekurangan. Justru membangkitkan semangat, meyakinkan diri bahwa orang lain berharga, dan juga membangkitkan aspek positif dalam diri.

Di lingkungan adik-adik, bahasa pujian belum menjadi sesuatu yang familiar, lingkungan yang keras membuat mereka tidak terbiasa untuk memuji dan menerima pujian. Untuk itu, kakak-kakak yang terlebih dahulu akan memberikan mereka pujian karena kakak-kakak menemukan ada banyak kebaikan dalam diri adik-adik. Semoga kelak, merekapun dapat menemukan begitu banyak kebaikan di sekitar mereka dan dengan tulus menggantikan kata-kata keras menjadi pujian.

Siap menggunakan telinga dan jempol?

 

November 2009
M T W T F S S
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

AGENDA JANUARI 2009

(03/01) Persiapan Kakak Asuh mulai semester 2 Tahun Ajaran 08/09; (10/01) Belajar bersama, sosialisasi absensi; (11/01) Pleno Pemuda; (15/01) Rapat RPA dgn Mabid Kespel; (17/01) Belajar bersama, sosialisasi RPP dan evaluasi rapor semester 1; (19/01) Rapat RPA dgn Tim RPA GKIKB; (24/01) Belajar bersama, sesuai RPP tiap kelas; (31/01) Persekutuan Kakak Asuh, "Buka Mata bagi Sesama"; Belajar bersama, sesuai RPP tiap kelas.

Blog Stats

  • 4,143 hits

Tim Adik Asuh di DW Awards (“,)