You are currently browsing the monthly archive for October 2008.
Telinga dan jempol, apa hubungannya?
Lebih-lebih lagi, apa hubungannya dengan pelayanan Adik Asuh?
Jelas ada! Setidak-tidaknya sejak rapat Renstra sabtu kemaren (“,)
–
Seperti yang tertulis pada kolom Agenda Oktober pada sidebar blog ini, pada tanggal 18 Oktober kami mengadakan penyusunan Rencana Strategis Tim Pelayanan Adik Asuh. Ada banyak hal yang dibicarakan, salah satunya adalah mengenai nilai-nilai hidup. Nilai hidup pun ada banyak sekali, tetapi mulai sabtu kemarin sampai dengan November nanti ada hal sehubungan dengan nilai tersebut yang akan diaplikasikan dalam pelayanan ini. Tentu saja, pionernya harus para kakak asuh lebih dahulu yang bisa melakukannya karena kakak asuh adalah role model bagi adik-adik. Secara umum, nilai yang akan diaplikasikan ini adalah bagaimana menghargai sesama dan diwujudkan dalam dua hal dengan ikon telinga dan jempol (“,), yaitu:
‘ACTIVE’ LISTENING
Ini bukan sekedar nilai tetapi juga ‘keterampilan’. Jika orang lain, dalam hal ini adik-adik, diberikan ruang, waktu dan kesempatan untuk membagikan pemikirannya dan bagaimana ia berpikir, maka diharapkan ia merasa dipahami (bukan diadili), lebih peduli pada apa yang ia pikirkan serta hasil ataupun dampak dari hal tersebut (bukan masa bodoh), percaya diri untuk memiliki dan mengemukakan pendapat (bukan ketakutan tidak beralasan), dan mungkin dapat mengubah pandangan yang salah (tanpa takut disalahkan).
Tipsnya adalah:
- berikan kesempatan untuk berbagi
- perhatikan respons dirimu (baik verbal ataupun non-verbal)
- ambil jeda untuk berefleksi, tawarkan masukan yang baik
- pastikan bahwa kamu mendengar
- berusahalah untuk tidak langsung melompat pada kesimpulan, memotong pembicaraan, menyelesaikan kalimat orang lain, memberikan solusi yang mengambang, mengalihkan dari topik yang tidak kamu suka, mendistraksi diskusi
- tetap memastikan bahwa baik kamu dan lawan bicaramu sama-sama orang yang dikasihi Tuhan (“,)
Memang tidak mudah melakukannya. Mungkin itulah gunanya Tuhan memberikan dua telinga dan hanya satu mulut.
MEMBERI PUJIAN
Ketika kita menyadari betapa berharganya orang-orang yang Tuhan tempatkan disekeliling kita, maka kita juga akan dengan mudah menemukan banyak hal-hal baik dari orang itu. Sehingga ide memberikan pujian untuk hal-hal kecil ataupun hal-hal besar adalah sesuatu yang bisa dilakukan setiap orang. Tentu saja pujian itu harus sungguh-sungguh berasal dari hati yang tulus. Pujian yang tulus tidak membutuhkan biaya, tidak menyakitkan, tidak membuat kita kekurangan. Justru membangkitkan semangat, meyakinkan diri bahwa orang lain berharga, dan juga membangkitkan aspek positif dalam diri.
Di lingkungan adik-adik, bahasa pujian belum menjadi sesuatu yang familiar, lingkungan yang keras membuat mereka tidak terbiasa untuk memuji dan menerima pujian. Untuk itu, kakak-kakak yang terlebih dahulu akan memberikan mereka pujian karena kakak-kakak menemukan ada banyak kebaikan dalam diri adik-adik. Semoga kelak, merekapun dapat menemukan begitu banyak kebaikan di sekitar mereka dan dengan tulus menggantikan kata-kata keras menjadi pujian.
Siap menggunakan telinga dan jempol?
Hari minggu yang lalu, tepatnya tanggal 12 Oktober 2008, Manuela atau yang akrab disapa Lala harus opname di rumah sakit Fatmawati karena menderita Demam Berdarah. Di rumah sakit, Lala terbaring lemah sambil ditunggui oleh ibunya, yaitu bu Maria. Di ruangan tempat Lala dirawat juga ada beberapa anak yang lain.
Walaupun Lala harus diinfus dan diambil darahnya untuk pemeriksaan laboratorium, ia sama sekali tidak rewel. Padahal Lala masih TK lho. Adik manis kelahiran Jakarta, 25 April 2003 ini adalah murid TK PAUD Kusuma Bangsa.
Untuk menghidupi Lala dan adiknya, ibunya Lala yaitu bu Maria mengumpulkan barang bekas dan mencuci & menyeterika pakaian orang. Prinsip hidup keluarga kecil ini adalah selalu bersyukur walaupun hidup dalam kesederhanaan. Hal inilah yang menjadikan Lala anak yang tidak gampang menyerah menghadapi berbagai tekanan hidup. Buktinya, sabtu kemarin dengan wajah yang masih tampak pucat Lala sudah bergabung bersama adik-adik asuh lainnya untuk belajar bersama walaupun baru keluar rumah sakit dua hari sebelumnya.
Saat ini Lala masih belum sepenuhnya pulih, masih ada serangkaian pemeriksaan kesehatan untuk memastikan bahwa ia benar-benar sembuh dan tidak ada penyakit lain yang bersarang dalam tubuh kecilnya. Mohon dukungan doanya ya.
Oya, terima kasih ya buat pemerintah dan pihak rumah sakit, Lala boleh dirawat dengan menggunakan fasilitas GAKIN yang sangat banyak membantu bagi masyarakat ekonomi lemah. Buat semuanya, Lala dan ibu Maria menitipkan pesan agar selalu memperhatikan kelengkapan kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga agar dapat menikmati fasilitas yang disediakan pemerintah. Jika semua pihak melakukan tanggung jawabnya dengan baik, maka banyak yang akan tertolong.
Diatas semuanya, terima kasih Tuhan, yang memberikan kekuatan kepada Lala dan keluarga untuk selalu memiliki alasan untuk bersyukur.
Beberapa waktu terakhir ini, saya sering ke sekolah adik-adik untuk mengurusi berbagai keperluan mereka sekaligus memonitor aktivitas mereka di sekolah. Biasanya yang mendapat perhatian ekstra adalah adik-adik SMP dan SMK karena kebutuhan mereka banyak sekali. Terkadang secara khusus saya menyempatkan diri bertemu mereka langsung setelah berbincang-bincang dengan gurunya. Seperti beberapa hari yang lalu…
Saya sedang ke sebuah SMK di daerah Jakarta Selatan, beberapa adik kami bersekolah di situ. Seiring waktu, adik-adik tersebut sudah tumbuh tinggi dan besar. Waktu saya selesai membayarkan SPP mereka, jam sekolah juga usai dan murid-murid mulai bubar. Saya menemui adik-adik di gerbang sekolah dan mengambil waktu mengkomunikasikan keluhan-keluhan pihak sekolah dan menanyakan masalah adik-adik di sekolah. Kebetulan salah satu adik bolos selama beberapa hari. Selidik punya selidik, ternyata adik tersebut tidak masuk karena tidak punya uang transport dan juga jengah karena ada beberapa tagihan yang belum dibayarkan ke sekolah.
Walaupun kami berbincang tidak lama, tetapi ternyata kehadiran saya hari itu sempat menyita perhatian siswa-siswa lain yang juga baru keluar sekolah. Dan saat saya pamit untuk pulang lebih dulu, saya masih sempat mendengar mereka bertanya kepada adik-adik, “itu siapa?”, dan sambil tersenyum adik-adik dengan spontan menjawab penuh semangat.. “kakakku…!”
Saya tertawa dalam hati mendengar jawaban tersebut apalagi melihat tampang tidak percaya mereka yang menerima jawaban tadi. Jelas sekali wajah Indonesia timur saya tidak mendukung untuk dikira sebagai kakak kandung dari adik-adik. Tetapi saya juga merasa sangat terharu karena mereka menerima saya dan sudah tentu para kakak asuh yang lainnya sebagai saudara dan kakak yang dibanggakan.
“Jadi itu kakakmu?”
“Iya.. kakakku!”
PEMBINAAN/PELATIHAN KAKAK ASUH 2008
Pembinaan/pelatihan kakak asuh tahun 2008 dilaksanakan pada tanggal 6 September 2008 di ruang Tesalonika GKI Kebayoran Baru dalam bentuk sarasehan dengan tema “Tunaikanlah Tugas Pelayananmu” (2 Timotius 4:5b. Sarasehan dibuka oleh Pendeta pendamping mabid Kespel yaitu Pdt. Titus Gunawan H. dan dimoderatori langsung oleh perintis pelayanan Adik Asuh yaitu sdr. Bernadette Nainggolan. Acara ini dibagi menjadi dua sesi utama yaitu:
Sesi 1. Pendampingan terhadap anak-anak termarjinalkan, oleh kak Benny Lumy dari komunitas Sahabat Anak. Dalam sesi ini kak Benny mencoba menggambarkan peta kemiskinan di Indonesia saat ini dan problema yang dihadapi oleh anak-anak jalanan dan anak-anak yang berada pada kantong-kantong kemiskinan di Indonesia, terutama Jakarta. Untuk anak-anak seperti ini salah satu solusi yang ditawarkan adalah menjadi sahabat bagi mereka, dan tidak meletakkan mereka sebagai sampah masyarakat yang membuat mereka semakin termarjinalisasi. Penyelamatan terhadap nasib anak juga menyangkut usaha untuk memperbaiki masa depan bangsa Indonesia yang juga merupakan tanggung jawab bersama, termasuk tanggung jawab gereja.
Sesi 2. Merintis Pendidikan Gratis, dilayani oleh ibu Ade Pujiati dari SMP Gratis Ibu Pertiwi, Pancoran. Dalam sesi ini ibu Ade membagikan pengalamannya dalam merintis sebuah sekolah yang benar-benar gratis. Ibu Ade melihat besarnya biaya pendidikan saat ini dan banyaknya pungutan-pungutan yang dikenakan pihak sekolah terhadap murid merupakan rintangan terbesar bagi seorang anak, terutama dari keluarga miskin, untuk menikmati pendidikan. Oleh karenanya beliau melihat bahwa salah satu solusi bagi masa depan pendidikan anak-anak miskin di Indonesia adalah dengan menghilangkan semua perintang tersebut yaitu dengan membuat suatu sekolah gratis.
Baik pembicara pada sesi 1 maupun sesi 2 menganjurkan untuk mengurangi bantuan yang sifatnya karitatif dan sekali selesai (event), tetapi menganjurkan agar mulai dipikirkan membantu mengentaskan kemiskinan secara transformatif.
Dalam sarasehan tersebut, satu hal yang dipahami bersama adalah mengentaskan kemiskinan dan kebodohan bukanlah suatu pelayanan yang mudah. Dialog dan bertukar pengalaman adalah hal-hal yang sangat membangun termasuk didalamnya selalu berusaha untuk berjalan bersama dalam pergumulan mereka yang termarjinalkan.
BELAJAR BERSAMA
Kegiatan belajar bersama sebagai kegiatan utama tetap berjalan seperti biasa dan para kakak asuh terus berupaya agar waktu dua jam seminggu bersama adik-adik ini dapat berjalan dengan efektif dan optimal. Seperti biasanya, kegiatan belajar bersama ini berlansung di ruang Tesalonika GKI Kebayoran Baru, pk. 14.00 – 16.00 WIB. Oya, pada hari sabtu 13 September 2008, adik-adik juga kedatangan kakak-kakak dari fakultas Psikologi Universitas Pelita Harapan yang ingin belajar berinteraksi dengan adik-adik. Dan, semuanya berjalan dengan lancar.
PERSEKUTUAN KAKAK ASUH
Tidak ada Persekutuan Kakak Asuh bulan ini, kebetulan tanggal 13 lalu ada kakak asuh yang diteguhkan iman percayanya dalam Sidi Gereja jadi kakak-kakak menghadiri ibadah pengucapan syukurnya bersama-sama. Ibadah ini dilayani oleh Pdt. Tohom Marison Pardede dengan tema “Kedewasaan”. Di luar acara-acara resmi seperti ini, para kakak asuh tetap kompak, selalu berkumpul untuk sharing dan berdoa bersama seusai mengajar dan juga saling bertukarpikiran via media milis. Diharapkan bukan cuma adik-adik yang terberkati melalui pelayanan ini, tetapi kakak-kakak yang melayani juga.
BUKA BERSAMA DAN LAIN-LAIN
Bekerjasama dengan Tim Pemerhati Komisi Pemuda, tanggal 27 September kami mengadakan kegiatan Buka Puasa bersama adik-adik seusai belajar. Karena belajar bersama berakhir pada pk. 16.00, maka sambil menunggu waktu berbuka, adik-adik diajak menonton sebuah film tentang Mobil Pemadam Kebakaran sekaligus memperkenalkan profesi pemadam kebakaran kepada adik-adik. Dilengkapi pula dengan games seru oleh kak Nana dan acara tanya-jawab seputar pelajaran dan pengetahuan umum. Ada acara baru juga yang rutin akan dimulai per bulan ini yaitu merayakan ulangtahun adik-adik pada sabtu terakhir bulan berjalan. Hal ini agar adik-adik semakin menyadari mengenai pentingnya identitas diri.
Secara umum, selama bulan September ini segala sesuatu berjalan dengan lancar dan penuh ungkapan syukur. Tim juga berterima kasih terhadap dukungan berbagai pihak dalam memberikan dorongan semangat untuk tetap setia melayani. Juga thanks untuk kak Yancen yang udah merekomendasik blog ini dalam DW Awards. Semoga blog ini bisa menjadi saluran berkat bagi banyak orang.
Tuhan memberkati.
Tim Pelayanan Adik Asuh, mengucapkan:
SELAMAT IDUL FITRI 2008
bagi saudara-saudara yang merayakan
Mohon maaf lahir dan batin
Tuhan memberkati!





Recent Comments