PEMBINAAN/PELATIHAN KAKAK ASUH 2008
Pembinaan/pelatihan kakak asuh tahun 2008 dilaksanakan pada tanggal 6 September 2008 di ruang Tesalonika GKI Kebayoran Baru dalam bentuk sarasehan dengan tema “Tunaikanlah Tugas Pelayananmu” (2 Timotius 4:5b. Sarasehan dibuka oleh Pendeta pendamping mabid Kespel yaitu Pdt. Titus Gunawan H. dan dimoderatori langsung oleh perintis pelayanan Adik Asuh yaitu sdr. Bernadette Nainggolan. Acara ini dibagi menjadi dua sesi utama yaitu:
Sesi 1. Pendampingan terhadap anak-anak termarjinalkan, oleh kak Benny Lumy dari komunitas Sahabat Anak. Dalam sesi ini kak Benny mencoba menggambarkan peta kemiskinan di Indonesia saat ini dan problema yang dihadapi oleh anak-anak jalanan dan anak-anak yang berada pada kantong-kantong kemiskinan di Indonesia, terutama Jakarta. Untuk anak-anak seperti ini salah satu solusi yang ditawarkan adalah menjadi sahabat bagi mereka, dan tidak meletakkan mereka sebagai sampah masyarakat yang membuat mereka semakin termarjinalisasi. Penyelamatan terhadap nasib anak juga menyangkut usaha untuk memperbaiki masa depan bangsa Indonesia yang juga merupakan tanggung jawab bersama, termasuk tanggung jawab gereja.
Sesi 2. Merintis Pendidikan Gratis, dilayani oleh ibu Ade Pujiati dari SMP Gratis Ibu Pertiwi, Pancoran. Dalam sesi ini ibu Ade membagikan pengalamannya dalam merintis sebuah sekolah yang benar-benar gratis. Ibu Ade melihat besarnya biaya pendidikan saat ini dan banyaknya pungutan-pungutan yang dikenakan pihak sekolah terhadap murid merupakan rintangan terbesar bagi seorang anak, terutama dari keluarga miskin, untuk menikmati pendidikan. Oleh karenanya beliau melihat bahwa salah satu solusi bagi masa depan pendidikan anak-anak miskin di Indonesia adalah dengan menghilangkan semua perintang tersebut yaitu dengan membuat suatu sekolah gratis.
Baik pembicara pada sesi 1 maupun sesi 2 menganjurkan untuk mengurangi bantuan yang sifatnya karitatif dan sekali selesai (event), tetapi menganjurkan agar mulai dipikirkan membantu mengentaskan kemiskinan secara transformatif.
Dalam sarasehan tersebut, satu hal yang dipahami bersama adalah mengentaskan kemiskinan dan kebodohan bukanlah suatu pelayanan yang mudah. Dialog dan bertukar pengalaman adalah hal-hal yang sangat membangun termasuk didalamnya selalu berusaha untuk berjalan bersama dalam pergumulan mereka yang termarjinalkan.
BELAJAR BERSAMA
Kegiatan belajar bersama sebagai kegiatan utama tetap berjalan seperti biasa dan para kakak asuh terus berupaya agar waktu dua jam seminggu bersama adik-adik ini dapat berjalan dengan efektif dan optimal. Seperti biasanya, kegiatan belajar bersama ini berlansung di ruang Tesalonika GKI Kebayoran Baru, pk. 14.00 – 16.00 WIB. Oya, pada hari sabtu 13 September 2008, adik-adik juga kedatangan kakak-kakak dari fakultas Psikologi Universitas Pelita Harapan yang ingin belajar berinteraksi dengan adik-adik. Dan, semuanya berjalan dengan lancar.
PERSEKUTUAN KAKAK ASUH
Tidak ada Persekutuan Kakak Asuh bulan ini, kebetulan tanggal 13 lalu ada kakak asuh yang diteguhkan iman percayanya dalam Sidi Gereja jadi kakak-kakak menghadiri ibadah pengucapan syukurnya bersama-sama. Ibadah ini dilayani oleh Pdt. Tohom Marison Pardede dengan tema “Kedewasaan”. Di luar acara-acara resmi seperti ini, para kakak asuh tetap kompak, selalu berkumpul untuk sharing dan berdoa bersama seusai mengajar dan juga saling bertukarpikiran via media milis. Diharapkan bukan cuma adik-adik yang terberkati melalui pelayanan ini, tetapi kakak-kakak yang melayani juga.
BUKA BERSAMA DAN LAIN-LAIN
Bekerjasama dengan Tim Pemerhati Komisi Pemuda, tanggal 27 September kami mengadakan kegiatan Buka Puasa bersama adik-adik seusai belajar. Karena belajar bersama berakhir pada pk. 16.00, maka sambil menunggu waktu berbuka, adik-adik diajak menonton sebuah film tentang Mobil Pemadam Kebakaran sekaligus memperkenalkan profesi pemadam kebakaran kepada adik-adik. Dilengkapi pula dengan games seru oleh kak Nana dan acara tanya-jawab seputar pelajaran dan pengetahuan umum. Ada acara baru juga yang rutin akan dimulai per bulan ini yaitu merayakan ulangtahun adik-adik pada sabtu terakhir bulan berjalan. Hal ini agar adik-adik semakin menyadari mengenai pentingnya identitas diri.
Secara umum, selama bulan September ini segala sesuatu berjalan dengan lancar dan penuh ungkapan syukur. Tim juga berterima kasih terhadap dukungan berbagai pihak dalam memberikan dorongan semangat untuk tetap setia melayani. Juga thanks untuk kak Yancen yang udah merekomendasik blog ini dalam DW Awards. Semoga blog ini bisa menjadi saluran berkat bagi banyak orang.
Tuhan memberkati.





No comments yet
Comments feed for this article