You are currently browsing the category archive for the 'PROFIL' category.
Hari minggu yang lalu, tepatnya tanggal 12 Oktober 2008, Manuela atau yang akrab disapa Lala harus opname di rumah sakit Fatmawati karena menderita Demam Berdarah. Di rumah sakit, Lala terbaring lemah sambil ditunggui oleh ibunya, yaitu bu Maria. Di ruangan tempat Lala dirawat juga ada beberapa anak yang lain.
Walaupun Lala harus diinfus dan diambil darahnya untuk pemeriksaan laboratorium, ia sama sekali tidak rewel. Padahal Lala masih TK lho. Adik manis kelahiran Jakarta, 25 April 2003 ini adalah murid TK PAUD Kusuma Bangsa.
Untuk menghidupi Lala dan adiknya, ibunya Lala yaitu bu Maria mengumpulkan barang bekas dan mencuci & menyeterika pakaian orang. Prinsip hidup keluarga kecil ini adalah selalu bersyukur walaupun hidup dalam kesederhanaan. Hal inilah yang menjadikan Lala anak yang tidak gampang menyerah menghadapi berbagai tekanan hidup. Buktinya, sabtu kemarin dengan wajah yang masih tampak pucat Lala sudah bergabung bersama adik-adik asuh lainnya untuk belajar bersama walaupun baru keluar rumah sakit dua hari sebelumnya.
Saat ini Lala masih belum sepenuhnya pulih, masih ada serangkaian pemeriksaan kesehatan untuk memastikan bahwa ia benar-benar sembuh dan tidak ada penyakit lain yang bersarang dalam tubuh kecilnya. Mohon dukungan doanya ya.
Oya, terima kasih ya buat pemerintah dan pihak rumah sakit, Lala boleh dirawat dengan menggunakan fasilitas GAKIN yang sangat banyak membantu bagi masyarakat ekonomi lemah. Buat semuanya, Lala dan ibu Maria menitipkan pesan agar selalu memperhatikan kelengkapan kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga agar dapat menikmati fasilitas yang disediakan pemerintah. Jika semua pihak melakukan tanggung jawabnya dengan baik, maka banyak yang akan tertolong.
Diatas semuanya, terima kasih Tuhan, yang memberikan kekuatan kepada Lala dan keluarga untuk selalu memiliki alasan untuk bersyukur.
Pipit, Murni dan Hamidah tinggal di tiga lapak yang berbeda. Masing-masing di daerah Radio Dalam, Kober Pangeran Antasari dan Damai Cipete. Karakter mereka pun berbeda. Pipit anak yang cerdas, pandai mengaji tetapi moody dan mudah cemberut. Murni, gadis kecil pendiam yang mulai tumbuh jiwa pemberontakannya seiring dengan kurangnya perhatian dari keluarga dan juga teman-teman yang kurang bersahabat. Sedangkan Hamidah, ia selalu ceria di segala suasana dan jenis orang yang sangat loyal serta begitu perhatian kepada kakak asuh. Begitu banyak adik dan begitu banyak karakter. Tetapi yang pasti mereka sama seperti anak-anak pada umumnya, memiliki hak untuk mengalami masa kanak-kanak yang penuh canda dan tawa, mengalami perasaan dicintai sebagai seorang anak.
Begitu banyak anak yang tumbuh dalam kepahitan, mengenal susah sejak masa kecilnya, menjalani kehidupan yang keras. Miskin pujian dan apresiasi. Banyak anak mengamini bahwa mereka memang bodoh dan miskin serta bukan pemilik masa depan yang gilang gemilang. Pasrah pada apa yang mereka pikir sebagai jalan hidup.
Tim Pelayanan Adik Asuh memilih jalur pendidikan untuk menolong anak-anak bangsa ini dan mendampingi mereka dengan segala keterbatasan yang ada untuk mengejar berbagai ketertinggalan dalam pelajaran. Dua jam seminggu adalah waktu yang sangat sedikit, sehingga terkadang kami juga harus belajar puas dengan apa yang ada. Prestasi akademik adik-adik jelas jauh di bawah anak-anak lainnya yang bersekolah di sekolah-sekolah bagus berfasilitas lengkap, dan dalam banyak hal kami berjuang keras agar nyala api motivasi mereka tidak padam.
Namun bukan cuma nilai akademis yang dikejar..
Anak-anak belajar dari pengalaman. Pengalaman pun tak kurang-kurang mengajar begitu banyak hal kepada mereka, entah itu manis atau getir. Yang pasti, untuk setiap adik yang Tuhan taruh dalam pelayanan kami, kami belajar untuk mencintai mereka dengan segala karakteristiknya. Karena pengalaman dicintai dan dihargai pada masa kecil adalah bekal yang sangat berharga bagi mereka untuk melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.
Sebuah foto telah mengabadikan senyuman Pipit, Murni dan Hamidah ketika bermain di taman dekat GKI Kebayoran Baru namun tidak mengekalkan kebahagiaan masa kecil mereka. Perjalanan yang mereka akan lalui masih sangat panjang dan semoga cinta dan kasih sayang yang kami berikan memampukan mereka untuk tetap mencintai kehidupan dengan segala suka dukanya dan menyadari bahwa mereka berharga. Setidak-tidaknya demikianlah mereka di mata Tuhan dan di mata kami.
Tersenyumlah…
Ketidakharmonisan keluarga menyebabkan Imam memutuskan untuk keluar dari sekolah dan bekerja di jalanan sebagai pencatat waktu kendaraan. Namun keluarga yang kemudian retak dan tercerai-berai itu pun yang menjadi alasan Imam untuk mulai lebih serius memikirkan masa depannya. Ia kemudian memutuskan untuk kembali ke bangku sekolah, sambil tetap bekerja serabutan untuk membiayai dirinya.
Saat ini Imam duduk di bangku kelas 2 SMK Purnama dengan jurusan Administrasi Perkantoran. Walaupun sempat kesulitan dalam beradaptasi pada awalnya, Imam tetap menunjukan keseriusannya dalam belajar dan rajin bersekolah. Ia berharap dapat menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab serta semoga dengan menyelesaikan pendidikan dapat membuatnya memiliki lebih banyak kesempatan untuk pekerjaan yang lebih baik lagi.
Bulan Maret 2009, Imam sudah mulai menjalankan praktek kerja atau magang sebagai tugas sekolah. Adakah yang mau membantu agar Imam diterima untuk magang di kantornya pada waktu tersebut? Anda mungkin tidak mendapatkan tenaga magang yang sangat hebat, tetapi ia memiliki keinginan untuk memperbaiki diri lebih dan lebih baik lagi. Bantu jaga nyala api semangat ini agar tetap membara dalam diri seorang Imam dan anak-anak Indonesia lainnya.
Tuhan memberkati!
Mungkin ada diantara kita yang berpikir bahwa orang yang berada dalam kondisi lemah secara ekonomi adalah orang malas dan sama sekali tidak disiplin. Tetapi adik asuh yang bernama SULAIMAN ini membuktikan bahwa pendapat itu tidak benar 100%. Ia adalah salah seorang adik yang sudah bergabung di Pelayanan Adik Asuh sejak tahun-tahun pertama pelayanan ini dan ia masih setia datang belajar setiap sabtu.
Orangtua ‘Man (panggilan akrab Sulaiman) bekerja sebagai tukang sapu di jalan P. Antasari. Mereka adalah orangtua yang hebat dan jarang mengeluh. Sementara di waktu luangnya, ‘Man mengumpulkan gelas kemasan bekas dan juga bekerja lepas di sebuah usaha catering. Ia cekatan mulai dari urusan menyiapkan bahan untuk makanan hingga mengantarkan dan menyajikan pesanan catering.
Banyak yang tidak mengetahui aktivitas ‘Man tadi, karena ‘Man juga bukan jenis anak yang senang berbicara banyak. Hal lain yang menjadi keistimewaan ‘Man adalah kemampuannya dalam menggambar. ‘Man kurang menyukai pelajaran yang sifatnya menghafal, tetapi bila ilmu apapun diterangkan kepadanya sebagai suatu mekanisme atau proses, maka ia sangat tertarik menyimak alur yang diterangkan. Makanya saat ini ‘Man diarahkan untuk mengambil program studi multimedia atau teknik di SMK.
Tolong doakan agar ‘Man bisa diterima di SMK yang baik dan tetap menjadi ‘Man yang rajin sebagaimana yang selama ini ia tunjukkan. Dan, semoga ada banyak berkat yang dianugerahkan kepada keluarga Bpk. Pudana dan ibu Sumiah (orangtua ‘Man), agar putra-putrinya dapat sukses dan mereka boleh tersenyum bangga karena jerih payahnya selama ini tidak sia-sia.

Ernawati atau biasa disapa Erna adalah salah satu adik yang saat ini akan beralih dari kelas 2 SMK ke kelas 3 SMK. Beberapa waktu lalu, Erna mendapat kejutan dari salah seorang kakak berupa kesempatan dibiayai mengikuti kursus Bahasa Inggris di LBA LIA. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Erna. Disamping tetap bersekolah dan mengikuti kegiatan Adik Asuh, Erna juga mengikuti kursus dengan baik. Ia juga mulai menunjukkan pemikiran yang kritis terhadap banyak hal.
Saat ini, Erna yang duduk di kelas 2 SMK PSKD, mulai tertarik dan mempertimbangkan dunia jurnalistik dan bahasa Jepang sebagai pilihan karir masa depannya. Ia memang menyukai bidang ini, walaupun sekarang masih buta terhadap dunia tulis-menulis dan bahasa Jepang. Sekitar dua minggu yang lalu, ia dengan bangga datang dan menunjukkan sertifikat tanda ia telah menyelesaikan kursus Bahasa Inggrisnya dengan baik. Semua kakak merasa senang dengan keberhasilan Erna. Semoga semua cita-cita mewujud menjadi kenyataan
Selamat ya Er!





Recent Comments