Asiknya, saya dan teman-teman berkeliling Ibu Kota, pada Sabtu, 17 Oktober 2015. Sekitar pukul 10:30 WIB kami berangkat dari GKI Kebayoran Baru menuju terminal Blok M, Jakarta Selatan.

Di halaman kantor Gubernur DKI Jakarta bersama teman-teman dan kakak asuh GKI

Di halaman kantor Gubernur DKI Jakarta bersama teman-teman dan kakak asuh GKI.

Sesampainya di terminal, kami menunggu kedatangan bus Trans Jakarta di halte. Baru saja bus bergerak, tiba-tiba seorang bapak berteriak agar supir Bus Trans Jakarta menghentikan laju bus. Pasalnya, istri penumpang itu tertinggal di halte.

Setelah berhenti sesaat, bus jurusan Blok M-Harmoni itu pun berangkat. Saya, teman-teman bersama kakak asuh GKI Kebayoran Baru duduk ‘manis’ di dalam bus. Kami akan menuju Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat.

Berhenti di Halte Monas untuk memulai perjalanan keliling Ibu Kota.

Berhenti di Halte Monas untuk memulai perjalanan keliling Ibu Kota.

Turun di halte Monas, kami sempatkan berfoto sebelum menyeberang menuju tempat pemberhentian bus “city tour Jakarta” di depan Museum Nasional. Supir Bus yang akan kami tumpangi sempat kesal, karena di depannya ada bus rombongan yang berhenti bukan pada tempatnya. Berkali-kali supir bus itu mengklakson.

Halte City Tour di depan Museum Nasional Jakarta

Halte City Tour di depan Museum Nasional Jakarta

Setelah kejadian itu kami langsung naik bus tersebut, dan kami lebih memilih duduk di lantai atas, karena kami bisa melihat kemegahan Ibu Kota dengan gedung-gedung bertingkatnya, dan kami juga melihat Gedung Kesenian Jakarta dan Masjid Istiqlal. Ketika ingin kembali lagi ke Monas, kami mengunjungi sejenak Balai Kota Jakarta atau yang dikenal dengan kantor Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Kami bangga dengan bendera Merah Putih dan bangga menjadi anak Indonesia.

Kami bangga dengan bendera Merah Putih dan bangga menjadi anak Indonesia.

Sesampainya di Balai Kota Jakarta, sekitar pukul 12:45 kami menunggu untuk masuk. Karena wisata balai kota dibuka pada pukul 13:00. Akhirnya kami bisa masuk, dan saya bisa melihat ke dalam Balai Kota Jakarta. Saat masuk, yang saya lihat yaitu deretan foto-foto mantan gubernur dan wakil gubernur terdahulu.

Saya (Teguh) berakting seolah sebagai Gubernur DKI

Saya (Teguh) berakting seolah sebagai Gubernur DKI

Setelah itu saya dan teman-teman masuk ke dalam ruang sidang Gubernur DKI Jakarta,dan saya sempat menduduki kursi orang nomor satu di Jakarta tersebut. Setelah itu saya melihat ruang tamu yang ada di balai kota tersebut. Setelah kami mengunjungi balai kota kami menuju silang Monas untuk makan.

Berfoto bersama kakak asuh dan teman-teman setelah makan di Lenggang Jakarta.

Berfoto bersama kakak asuh dan teman-teman setelah makan di Lenggang Jakarta.

Sesampainya di sana, kami langsung menuju Lenggang Jakarta untuk menyantap makanan. Di tempat ini kami makan dengan menu ayam penyet. Karena lapar kami semua makan dengan lahap. Menu kami pun ditambah dengan suguhan kerak telur oleh kak Yosep. Dan itu membuat saya dan teman-teman saya langsung berebut kerak telur tersebut. Setelah kenyang kami bergegas pulang menuju halte Bus Trans Jakarta.

Ini kerak telor, makanan khas Jakarta.

Ini kerak telor, makanan khas Jakarta.

Setelah itu kami menaiki bus Trans Jakarta untuk menuju halte Blok M ,dan saat perjalanan pulang kami melihat lagi deretan gedung pencakar langit, taman kota,dan proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT). Saat perjalanan pulang saya dan teman-teman bercanda di dalam bus Trans Jakarta,karena asiknya bercanda tak terasa perjalanan berakhir di terminal Blok M. Setelah itu saya dan teman-teman menuju ke PSKD, sekolah yang terletak di samping GKI–tempat kami les.

Hari ini adalah hari yang melelahkan, tetapi rasa lelah tersebut tidak terasa karena kami melakukannya secara bersama-sama dengan asiknya.

Tikno Pratikno (siswa kelas 9)

Foto: koleksi kakak dan adik asuh

Editor: Ka Martha Silaban

Advertisements

Sekitar 62 prakarya adik asuh meramaikan perayaan ulang tahun pelayanan adik asuh yang ke-16, di lapangan sekolah PSKD, Jakarta Selatan, 21 Februari 2015. Puluhan karya tangan mereka terpajang di dua kursi kayu panjang.

Sungguh antusias!

Adik-adik menyerahkan kreativitasnya, antara lain tikar berbahan  plastik bekas  yang dibuat oleh Wani (kelas V) dan bunga beserta vasnya yang terbuat dari bekas sedotan dan botol aqua ukuran 1,5 (Mauren, kelas IV).

“Sedotannya dari nemu,” kata Mauren tersipu.  Ia kemudian menuturkan cara membuat bunga plastik itu dan kerjasamanya dengan ibunya.

Bunga sedotan cantik dalam perayaan adik asuh ke 16 tahun

Bunga plastik terbuat dari sedotan warna warni ditambah vas bunga terbuat dari bekas botol minuman mineral berukuran 1,5 liter

Karya lainnya adalah tempat pensil yang terbuat dari kardus bekas, boneka gantungan kunci, mainan bus pariwisata berbahan kardus bekas, dan kotak obat berbentuk robot yang terbuat dari kardus sepatu. Hal ini sesuai dengan prasyarat untuk mengikuti lomba, yakni harus menggunakan kertas daur ulang/bekas.

Bus pariwisata terbuat dari kardus bekas

Bagas membuat mainan bus pariwisata terbuat dari kardus bekas. Ia membuatnya bersama ayah tercinta.

Antuasiasme adik-adik juga ditunjukkan dengan menyerahkan karya seni mereka, berupa pantun, puisi dan menulis cerita/mengarang.  Beberapa peserta lomba menuangkan idenya tentang peran ibu dan sahabat.

Ada pula yang menceritakan tentang keinginannya memiliki kelinci. Seperti Monika, yang akhirnya merebut juara II. “Aku suka kelinci dan ingin punya,” kata Monika.  Sedangkan juara I, diraih oleh Defiya, siswi SMP. Ia menciptakan 2 puisi, yang salah satunya berjudul “Hujan”.

Para juri terlihat kompak menilai karya adik asuh

Ka Merry, Ka Martha dan Ka Dita menjadi juri yang diberi tugas untuk menilai puisi, pantun, prakarya, dan gambar yang dibuat adik asuh, pada 21 Februari 2015

Beberapa dari mereka pun turut dalam lomba menggambar. Karya mereka memang terlihat masih sederhana. Seperti gambar gunung, matahari, rumah, dan pohon yang kemudian dipulas dengan pensil warna atau crayon.

Selain perlombaan secara individual tersebut, perayaan yang dimulai sejak pukul 09.00 ini diwarnai dengan kompetisi antar kelompok di lapangan atau di ruang kelas. Rangkaian acara ini disusun oleh K Eni. Adik-adik yang berjumlah 120 anak itu pun diminta untuk membuat yel-yel kelompok.

Berbagai lomba digelar dalam perayaan ulang tahun adik asuh ke 16 tahun.

Ka Eni dan salah satu grup adik asuh yang berlomba dalam perayaan ulang tahun adik asuh ke 16 tahun.

Smile for this wonderful birthday

Senyum dan tawa mewarnai perayaan ulang tahun adik asuh ke 16 tahun.

Puji Tuhan, cuaca cerah hingga berakhirnya acara pada pukul 15.00. Sebelum pulang, kami menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” dan “Happy Birthday” yang dilanjutkan dengan saling mengucapkan selamat dan ‘wishes’

Kue ultah adik asuh ke 16 tahun

Kue ultah adik asuh ke 16 tahun dipegang oleh ka Aika dan ka Christine

Ada lomba ada hadiah. Adik-adik dan orang tua yang mendampingi–sempat ikut berlomba– pulang ke rumah masing-masing dengan gembira, sambil membawa hadiah berupa kaos dan peralatan tulis menulis.

Adik asuh menerima hadiah dengan tersenyum bangga

Adik asuh menerima hadiah dengan tersenyum bangga

Kakak-kakak pun senang, termasuk saya hehe..Keringat dan lelah kami terbalas dengan kesuksesan acara yang diberkati Tuhan ini.

Foto bersama perayaan adik asuh ke 16 tahun

Foto bersama perayaan adik asuh ke 16 tahun di PSKD, Jakarta Selatan, 21 Februari 2015.

Semoga pelayanan ini dapat semakin luar biasa di waktu-waktu yang akan datang dan diberkati Tuhan Yesus. Itu doa kami semuanya. Berbagi waktu, berbagi ilmu dan berbagi kasih!

MARTHA WARTA SILABAN

Foto: Christine Valentina, Aika Febriana Darmawati, dan Cyndy Panjaitan

Sebelum suara-suara berisik datang

Sebelum mobil-mobil besar ada

Sebelum bangunan itu bangkit

Kotaku indah

Tapi itu dulu …

 

Karya: Melisa Nurbety

Kelas 9

Ayah….

Dulu Ayah menemaniku bermain

Ayah selalu membuatku tersenyum

Ayah temani aku saat kesepian

 

Ayah….

Kini Ayah telah tiada

Meninggalkanku untuk selamanya

Besok saat mentari menyapa, aku tak lagi bisa melihat senyummu

 

—–

Karya: Nico Aditama

Kelas 9

Read the rest of this entry »

DSC_1873Slamet.

Nama ini tidak asing bagi para anggota pengajar kakak asuh, maupun bagi peserta kegiatan adik asuh. Begitu mendengar namanya, yang pertama kali terbayang adalah sosok anak lelaki beranjak gedhe, yang cerdas, somehow agak tricky, kadang terkesan arogan dan usil. Lepas dari itu, Slamet adalah anak yang selalu bersemangat dan jarang terlihat sedih.

Selama yang saya tahu, Slamet adalah anak yang optimis dan cukup easy going.

Sikap easy going Slamet ini bahkan terlihat saat suatu ketika dia menceritakan pada kami mengenai rasa sakitnya saat buang air kecil.

Dengan gaya bahasa yang apa adanya, ia menyebutkan bahwa rasanya sangat sakit saat harus buang air kecil. “Ada darahnya juga kak” ,begitu katanya. Pengakuan ini membuat kakak-kakak, terutama PJ SMP menjadi “kepikiran”: sebetulnya sakit apa sih, si Slamet ini? Bahkan dalam kesakitannya pun, ia berusaha tampak biasa saja. Seolah-olah tidak ada apa-apa. Seakan semuanya baik-baik saja.

Bulan berganti bulan, dan Slamet masih mengeluhkan hal yang itu-itu juga. Sampai pada akhirnya ada titik terang tentang penyakitnya. Ah..rupanya dia memiliki masalah di ginjal. Tepatnya pembengkakan ginjal karena tertutup lemak, dan hal itu harus cepat ditangani.  Pertama kali mendengarnya, kami semua merasa prihatin. Mengapa hal ini bisa terjadi pada seorang anak yang baru saja beranjak gedhe? Belum lagi biaya operasi yang harus dikeluarkan nanti.

Namun, keputusan final menyatakan bahwa Slamet harus dioperasi.

Jadilah…tanggal 24 Maret jam 9 pagi, Slamet dioperasi di RS Pasar Rebo. Dan beberapa kakak asuh menyempatkan diri untuk menjenguknya di hari itu.

Saat kami ada disitu, kami sudah disambut oleh celoteh Slamet tentang proses operasinya. Dia dapat menceritakan dengan detail mengenai proses bius yang dialaminya. Bagaimana usaha para dokter untuk membuang lemaknya. Bahkan dia menceritakan bahwa dia sempat melihat ada banyak darah di bagian bawah. “Sekarang juga masih berdarah nih kak..panas rasanya…” sambil menunjukkantong urinnya yang memang masih berwarna merah.

Dia berkata, bahwa setelah ini dia ingin sekali menjadi dokter. Karena ia ingin bisa menyembuhkan banyak orang. “Dan lagi..jadi dokter itu sepertinya asyik, kak..”katanya. Oya,dia juga berjanji akan meminum air putih banyak-banyak. Karena ternyata, sebab penyakit Slamet selama ini adalah kurangnya konsumsi air putih. “Sekarang jadi doyan air putih kak…ternyata enak” ujarnya lagi.

Apakah perjuangan Slamet sudah selesai dengan operasi ini? Belum. Karena ternyata alat-alat di RS Pasar Rebo belum terlalu lengkap. Jadi, Slamet masih harus menjalani operasi lanjutan di RSCM agar batu yang ada dalam ginjalnya dapat diambil.

Lepas dari itu, jujur secara pribadi saya kagum dengan anak ini. Ia tangguh dan berani. Ia juga tetap semangat,meski secara fisik saya yakin dia merasa tersiksa. Apalagi sekarang dia harus jadi sleeping handsome sementara waktu alias hanya boleh berbaring saja dan tidak terlalu banyak bergerak. Ini merupakan tantangan bagi Slamet,karena waktu kami menengok, tidak terhitung sudah berapa kali ia menggerakkan tubuhnya saking semangatnya dia bercerita. ^_^

Slamet..cepat sembuh ya… kami semua rindu melihat kamu dapat beraktivitas seperti biasa lagi bersama-sama dengan kami.

Terus berjuang,Slamet….Karena kamu memang terlahir sebagai pejuang.

Ditulis oleh salah satu adikasuh  :

Annisa N.M.B

Kelas V, dengan judul ” Pergi Ke TMII”

Tujuan tulisan adalah mengetahui feedback yang didapat adik-adik selama berkunjung ke TMII pada hari Sabtu tanggal 22 Juni 2013,yang diketuai oleh Kak Maria .

Penulis hanya mengetik ulang apa yang ada dikertas karangan adikasuh, izin salin ulang ya Annisa, tetap semangat menulis :).

                                                                                                     

                                              PERGI KE TMII

Pada  hari  Sabtu  lalu  aku  Eduwisata  ke  Taman  Mini  Indonesia  Indah (TMII)bersama  teman-teman  dan kakak-kakak  PJ  dari  GKI  Kebayoran  Baru.  Aku  menyiapkan  perlengkapan  sejak  Jumat  lalu sepulang sekolah. Jumat kemarin aku menyiapkan pakaian yang ingin dipakai besok. Sekitar pukul 17.00 wib aku mandi lalu membeli makanan ringan di Supermarket. Sekitar pukul 19.30 wib aku menyiapkan sepatu,lalu aku sikat gigi, cuci kaki, tangan, dan muka langsung tidur.

Keesokan paginya aku bangun pukul 04.30 wib.Aku membantu ibu meracik bumbu memasak, untuk ibu masak  lauk.  Setelah  selesai  membantu  ibu,  aku  langsung  memasak  nasi.  Sekitar  pukul  05.05  aku langsung  mandi  dan ganti  baju.  Setelah  itu  aku  langsung  mengoles  roti  untuk  sarapan  dan  menonton kartun kesukaanku.

Pukul  06.30  wib  aku  berangkat  ke  GKI  Kebayoran  Baru.  Disana  aku  berkumpul  dengan  teman-teman. Sekitar pukul 07.00 wib semua adik asuh diberi pengarahan untuk berbaris. Jika ada nama yang dipanggil dia  harus  berbaris  dengan  berbentuk  kelompok.  Stelah  slesai  membuat  kelompok,  setiap  klompok mempunyai  kakak  pembimbing.  Ternyata  aku  klompok  7  dan  kakak  pembimbingku  adalah  kak Audy.Stiap kelompok disuruh membuat yel-yel.

Tak  lama  kemudian  kakak  JP  baru  datang  dia  bernama  Kak  Lidia,  daripada  tidak  ada  ide  Kak  Audy membuat  lagu  dngn  lirik  DORAEMON.  Sekitar  pukul  07.30/08.00  wib,  klompok  1,2,3,  dan  5  di  bis  no 1 (satu) dan klompok 4,6,dan 7 dibis no 2(dua). Setelah bis no 1 jalan langsung bis no 2 yang jalan. Di bis aku hanya melihat kanan dan kiri. Ternyata lirik lagu yang dibuat kak Audy salah, yang benar adalah lirik yang dibuat oleh anak klompok 7. Di bis aku mencatat lirik yang benar.

Tak lama kemudian aku sudah sampai di TMII.Setiba disana kami langsung turun di belakang  Museum Indonesia. Semua berbaris perkelompok dan langsung menyebrang untuk ke Museum Indonesia. Semua berbaris   perkelompok   dan   langsung   menyebrang   untuk   ke   Museum   Indonesia.   Setelah   slesai menyebrang semua berbaris membentuk klompok lagi. Sambil menunggu kak Vany membayar/membeli tiket masuk ke Museum Indonesia, semua klompok disuruh oleh kak Vany untuk latihan yel-yel. Setelah slesai  semua  berbaris  untuk  berbaris  untuk  menuju  ke  Museum  Indonesia  disana  semua  diberi pengarahan oleh pemandu di Museum Indonesia.

Disana dijelaskan jika luas TMII: 20.100 M2, disana juga ada Rumah adat dari 33 provinsi, dan juga ada 17 Museum  diantaranya  adalah  Museum  Indonesia.  Di  Museum  Indonesia  terdapat  3  lantai,  lantai pertama:  Bhineka  Tunggal  Ika,  lantai  kedua  Manusia  dan  Lingkungan  ,  lantai  ketiga:  Seni  dan  budaya. Disana lantai pertama kita bisa melihat patung, patung itu bernama patung Garuda. Setelah slesai mengunjungi Museum Indonesia, semua menuju ke Bis untuk menuju ke Museum Listrik dan  Energi  Baru.  Semua  kembali  ke  bis  dan  menuju  ke  Museum  Transportasi.  Setelah  turun  dari  bis semua  berbaris  perkelompok.  Kalau  ada  klompok  terapih,  klompok  itu  yang  pertama  masuk  ke pesawat.Ternyata klompokku/klompok 7 yang pertama masuk.

Stelah  semua  klompok  masuk  ke  dalam  pesawat.  Semua  baris  perkelompok  dan  jalan  melihat transportasi yang lain. Disana juga ada kereta api yang dipakai oleh Presiden Soeharto saat dulu. Dan di sana  juga  ada  perahu,  Kapal  TIMSAR  AU,  oplet,  dan  masih  banyak  lagi.  Setelah  selesai  melihat-lihat semua  disuruh  duduk  .  Dan  mulai  bermain  tebak  kuis.  Stelah  slesai  bermain  tebak  kuis.Smua dikasih makan oleh kakak-kakak PJ. Setelah slesai makan dilanjutkan dengan acara dourprize. Stelah  slesai  dourprize  dilanjutkan  dengan  yel-yel.  Saat  yel-yel  slesai,  diummkanlah  pemenangnya ternyata  pemenang  pertama  klompok  ku/klompok  7  dan  pemenang  kedua  klompok  dua.

Setelah  itu semua adikasuh diberi cemilan untuk tanda trima kasih kakak. Dan kakak-kakak PJ Smua maju kedepan.
Adik  asuh  memberi  cemilan  untuk  kakak  PJ  yang  paling  disayang  oleh  dirinya  sendiri.  Aku  memberi cemilan kepada kak Lidia, karna aku sangat sayang kepada Kak Lidia.

Stelah slesai, semua masuk kedalam bis untuk segera pulang. Didalam bis juga ada tebak kuis, dan juga menyanyi. Sesampai di GKI, smua disuruh untuk masuk dan duduk di GKI sambil menunggu bis no 1 yang bisnya mogok di TMII. Stelah bis no 1 sampai semua dibolehkan pulang.

Karangan Annisa Karangan Asli Annisa photo by Kak Ana

Pergi ke TMII    Karangan Asli Annisa photo by Kak Ana

Ditulis ulang tanpa mengedit :

Ben Parhusip

Jakarta 17 Juli 2013

Belajar adalah kegiatan yang menyenangkan. Kita dapat belajar dari apa saja dan kapan saja karena semua makluk adalah guru, semua tempat adalah sekolah dan semua peristiwa adalah buku pelajaran.

Saat belajar, adik-adik dapat menggunakan haknya sebagai anak Indonesia. Hak atas pendidikan, hak untuk didengarkan (berpartisipasi) dan berekspresi. Selain itu, adik-adik bisa belajar untuk bekerjasama, berpendapat dan saling menghargai.

Image

Sabtu, 1 Juni 2013. Hari ini diawali dengan mengulas ulang beberapa materi IPA sepanjang satu semester ini. Setelah itu, adik-adik belajar materi tentang AIR melalui tayangan video singkat. Psstt.. dengan demikian mereka belajar ‘menyimak’.

Image

Mereka diberi tugas untuk menyiapkan presentasi mengenai fungsi air dan daur air. Beberapa adik tak segan-segan meminta video ini diputar ulang pada bagian yang mereka tidak pahami.

Image

Seperti ini situasi diskusi kelompok. Semua berpartisipasi.

Image

Sekalipun demikian, tetap saja ada yang ‘sadar kamera’

Image

Dalam kerja berkelompok, adik-adik tidak hanya berdiskusi, tetapi juga mendokumentasikan hasil diskusinya dalam bentuk tulisan dan gambar.

Image

Ini hasilnya kelompok Artha cs. Kreativitas yang patut diacungi jempol. Tetapi perhatikan baik-baik… banyak sekali kesalahan dalam penulisan terkait dengan penggunaan huruf besar dan kecil, serta tanda baca. Hmm, hasil kerja adik-adik ini bisa digunakan nanti untuk belajar lagi bahasa Indonesia yang baik.

Image

Ini hasil kerja kelompok Hans cs. Fungsi air dengan mudah mereka daftarkan. IPA memang pelajaran yang menyenangkan karena berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Tapi, kesalahan penulisan masih sama dengan kelompok sebelumnya.

Image

Yang ini, hasil kerja kelompok Shiva cs. Kelebihan kelompok ini adalah mereka coba menarasikan hasil kerja mereka walaupun ada kecenderungan menggunakan kosakata yang ‘gaya buku’. Saya suka ini.

Image

Siap-siap presentasi. Sambil menggambar ahh…

Image

Artha mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Ada proses berbicara dan menyimak. Keduanya kompetensi yang sama-sama diperlukan untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Image

Wah senangnya melihat semua memperhatikan dengan seksama.. sekalian kita bisa belajar untuk saling menghargai bukan?Image

Kelompok Artha cs bangga memperlihatkan hasil kerjanya.

Image

Kelompok Shiva cs tidak mau kalah. “Kami juga bisa”, kata mereka.

Image

Kelompok ini mengandalkan kerjasama. Presentasi tidak dilakukan satu orang, tetapi bergantian.

Image

Ini kelompok Slamet cs. Kelompok yang paling banyak membuat daftar fungsi air. Mulai dari untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi, mencuci, sampai keperluan tersier seperti wisata air.

Demikianlah cerita sehari bersama adik asuh. Pokoknya belajar itu harus selalu menyenangkan  \(“,)/

Foto dan narasi: kak Sisil

Dulu, ketika saya SD, guru saya mengajarkan cara cepat mengalikan angka yang sama , dengan angka 5 sebagai angka satuannya;

contoh 25 x 25, 35 x 35,45×45 dan seterusnya.

Cara penyelesaiannya adalah :

25 x 25 ;

1. Pertama-tama  ambil 1 angka satuan, yaitu angka 5, kemudian kalikan  dengan angka  5 ( 5 x 5 = 25), angka 25 ini akan menjadi angka paling belakang(angka satuan dan angka puluhan)

2. Kedua ambil sisa angka selain angka 5, dalam contoh ini adalah angka 2, tambah kan nilai 1 pada angka 2( 1+2=3) dan kalikan dengan angka asalnya 2 ( 3 x2 =6), angka enam akan menjadi angka paling depan(angka ratusan).

dari hasil diatas didapat bahwa 25 x 25 = 625.

35 x 35;

1. 5×5 =25

2. (3+1) x 3 = 12

3. hasilnya menjadi 1225

45 x45;

1. 5×5=25

2.(4+1) x 4 =20

3. Hasilnya menjadi 2025

dan seterusnya, cara ini hanya bisa digunakan pada angkayang  sama dan  di belakang angka satuanya adalah angka 5.

Selamat mencoba.

Hormat dan terimakasih pada guru SD saya(Pak Rajagukguk),yang telah duluan meninggalkan dunia ini.

Salam Hangat,

Ben Parhusip

Suatu lokasi di Cipete Utara,Jakarta nama lokasi itu Damai, kita melewati gang sempit yang hanya cukup satu orang. Gang sempit itu hanya satu-satunya jalan ke sebuah rumah adik asuh. Sabtu, 4 Februari 2011, di sore hari.

foto oleh :Ben Parhusip (di salah satu tempat Cipete)                                                                               
 
Pada awalnya saya ragu mempublikasikan foto diatas, karena khawatir membuat seseorang merasa tersinggung atau tidak senang. Tapi perasaaan itu sementara waktu saya pura-pura tidak mengindahkan.

Foto yang diberi judul “Lorong Sempit”, yang diambil saat berkunjung kesalah satu rumah adik asuh yang telah lama tidak datang pada hari Sabtu untuk belajar bersama. Saya tidak mencoba menggambarkan betapa mereka kekurangan, saya hanya mencoba menyampaikan ada rasa  bahagia dikekurangan mereka.

Hanya ada satu jalan ke rumah adik asuh itu (sengaja tidak menyebut namanya), melalui gang sempit. Gang sempit yang cukup satu orang bisa lewat. Sebelum masuk ke daerah perumahan adik asuh, kira-kira 50 meter dari sana ada perumahan dan apartemen yang bagus. Sungguh 2 kondisi yang sangat berbeda jauh. Sampai saat itu tidak kepikiran bahwa di samping perumahan yang bagus(elite) ada rumah rumah yang jauh dari kategori nyaman dan sehat menurut ukuran manusia. Apa mereka (keluarga adik asuh) bahagia dengan kondisi itu? Suatu pertanyaan di benak saya ketika berkunjung. Semua manusia pada umumnya ingin hidup nyaman, hidup sehat, punya rumah yang bagus.Tapi tidak semua manusia punya kesempatan menikmatinya menurut standard yang ditetapkan manusia itu sendiri. Kalau tidak semua punya kesempatan, mereka tidak termasuk kategori manusia yang bisa berbahagia donk?  Saya percaya mereka menemukan sesuatu kebahagiaan di tengah kekurangan mereka. Karena saya yakin mereka bisa bersyukur atas “kekurangan” mereka. Rasa bersyukur, rasa membatasi keinginan sesuatu yang tidak dapat dicapai karena sesuatu keterbatasan, sehingga batasan kepuasan dibatasi dengan sendiri. Ah…sangat susah merumuskan kebahagian yang universal.

Sabtu, 08 Feb 2012, adik itu datang lagi belajar bersama. Setelah selesai mengajar  seorang kakak bercerita tentang adik itu saat proses belajar-mengajar(waktu sharing setelah selesai process belajar-mengajar). Kakak itu mengatakan merasa senang adik itu kembali belajar lagi, adik itu mencurahkan isi hatinya sama kakak itu (curhat), dan adik itu merasa senang bisa menceritakan ada apa dengan kehidupannya saat itu. Dari sini, saya ambil kesimpulan bahwa dia bahagia, walaupun dalam kondisi yang saya deskripsikan diatas. Entah apapun itu yang buat dia bahagia, pasti ada senyum disana.

Ada 2 orang bahagia disaat cerita mereka berdua(adik dan kakak itu), si adik bahagia akhirnya menemukan tempat cerita, satu lagi si kakak bahagia adiknya datang kembali. Entah apa yang terjadi pada kakak itu, tapi saya melihat dia merasa senang menceritakan sesi “curhat”mereka saat proses belajar mengajar. Meskipun saya belum dapat merasakan/mengerti kenapa kakak itu merasa senang, apa yang terjadi dalam hatinya ketika mendengar seorang adik “curhat” kepadanya, saya berkesimpulan dia bahagia.

2 orang bahagia dalam suatu kondisi kemungkinan tidak ada kebahagiaan.

Hmmm…..rata-rata 60 orang adik asuh hadir setiap hari Sabtu dalam  ruangan kira 8m x 10m, suatu ruangan sempit untuk jumlah sebanyak itu dan rentang umur yang berbeda-beda. Mulai dari umur 3 tahun (kategori TK) sampai umur 17 tahun (SMA/SMK). Kondisi yang membuat tidak nyaman dalam proses belajar mengajar. Punya 1 jam 45 menit waktu untuk  mengajarkan sesuatu. Waktu yang sempit, kalau di perkuliahan hanya 2 SKS saja.

Apakah mereka (adik asuh) bahagia dengan kondisi itu(belajar)? Dimana kebahagiaan itu bisa mereka bawah ke rumah mereka yang melalui lorong sempit?

Saya hanya menjawab atas pertanyaan itu dengan kalimat” Lebih baik kita berbahagia dulu mengajar mereka dalam kondisi ruangan sempit dan waktu sempit, dalam kekurangan kita sebagai makhluk individu, dalam keterbatasan kita cara mengajar yang baik, karena kebanyakan dari kita bukan guru, tapi pengalaman kita bisa jadi guru bagi adik kita”,

………………………………………………

Biar jalan itu sempit, kita jalan satu persatu dengan selamat!!!

Selamat Malam Semua

Ben Parhusip

28 Februari 2012