Sejak awal tahun 2008, jumlah adik asuh yang kami layani terus meningkat. Demikian pula jumlah kakak asuh, walaupun tidak sebanyak adik asuh.

 

Peningkatan ini di satu sisi merupakan bentuk kemajuan karena menunjukan kesadaran komunitas yang kami dampingi akan pentingnya pendidikan. Begitu lama kami bergumul dengan motivasi adik-adik untuk sedapat mungkin tetap bersekolah dan mengenyam pendidikan. Melihat adik-adik baru berdatangan dan adik-adik lama masih tetap bertahan dan satu per satu mulai mengenyam pendidikan sekolah menengah atas adalah satu sukacita tersendiri. Tetapi di sisi yang lain, hal ini menjadi suatu pergumulan tersendiri karena berhubungan dengan sumber daya kami dalam memberikan pelayanan.

 

Adik-adik yang datang tidak semuanya siap untuk belajar sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan pemerintah walaupun mereka bersekolah. Kemampuan menyerap pelajaran dan mempertahankan fokus belajar adalah hal yang masih terus perlu diperhatikan. Hal ini menjadi satu PR besar bagi para kakak asuh.

 

Para kakak asuh sedang berupaya untuk memperkuat kemampuan dasar adik-adik terutama dalam hal membaca, menulis dan berhitung (tambah, kali, kurang, bagi) sekaligus membantu adik-adik memahami pelajaran di sekolah sesuai kelasnya masing-masing. Bulan Agustus menjadi target kami untuk memantapkan kemampuan dasar adik-adik. Belum tentu mencapai target dengan sempurna mengingat pertemuan kami hanya 2 jam per minggu dengan adik-adik, tetapi usaha ke arah tersebut tetap diupayakan. Mohon didukung dalam doa yah.. (”,)

 

Jadi, bukan sekedar berbicara tentang kuantitas dan kualitas. Yang kami tahu, pengharapan itu harus dinyatakan dalam kehidupan kita sebagai pribadi maupun dalam hidup berkomuni. Lilin pengharapan sudah diletakkan di tangan kami dan lilin itu sudah dinyalakan. Dengan pertolongan Tuhan, akan tetap menyala meski banyak tantangan.