Pipit, Murni dan Hamidah tinggal di tiga lapak yang berbeda. Masing-masing di daerah Radio Dalam, Kober Pangeran Antasari dan Damai Cipete. Karakter mereka pun berbeda. Pipit anak yang cerdas, pandai mengaji tetapi moody dan mudah cemberut. Murni, gadis kecil pendiam yang mulai tumbuh jiwa pemberontakannya seiring dengan kurangnya perhatian dari keluarga dan juga teman-teman yang kurang bersahabat. Sedangkan Hamidah, ia selalu ceria di segala suasana dan jenis orang yang sangat loyal serta begitu perhatian kepada kakak asuh. Begitu banyak adik dan begitu banyak karakter. Tetapi yang pasti mereka sama seperti anak-anak pada umumnya, memiliki hak untuk mengalami masa kanak-kanak yang penuh canda dan tawa, mengalami perasaan dicintai sebagai seorang anak.

 

Begitu banyak anak yang tumbuh dalam kepahitan, mengenal susah sejak masa kecilnya, menjalani kehidupan yang keras. Miskin pujian dan apresiasi. Banyak anak mengamini bahwa mereka memang bodoh dan miskin serta bukan pemilik masa depan yang gilang gemilang. Pasrah pada apa yang mereka pikir sebagai jalan hidup.

 

Tim Pelayanan Adik Asuh memilih jalur pendidikan untuk menolong anak-anak bangsa ini dan mendampingi mereka dengan segala keterbatasan yang ada untuk mengejar berbagai ketertinggalan dalam pelajaran. Dua jam seminggu adalah waktu yang sangat sedikit, sehingga terkadang kami juga harus belajar puas dengan apa yang ada. Prestasi akademik adik-adik jelas jauh di bawah anak-anak lainnya yang bersekolah di sekolah-sekolah bagus berfasilitas lengkap, dan dalam banyak hal kami berjuang keras agar nyala api motivasi mereka tidak padam.

 

Namun bukan cuma nilai akademis yang dikejar..

 

Anak-anak belajar dari pengalaman. Pengalaman pun tak kurang-kurang mengajar begitu banyak hal kepada mereka, entah itu manis atau getir. Yang pasti, untuk setiap adik yang Tuhan taruh dalam pelayanan kami, kami belajar untuk mencintai mereka dengan segala karakteristiknya. Karena pengalaman dicintai dan dihargai pada masa kecil adalah bekal yang sangat berharga bagi mereka untuk melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.

 

Sebuah foto telah mengabadikan senyuman Pipit, Murni dan Hamidah ketika bermain di taman dekat GKI Kebayoran Baru namun tidak mengekalkan kebahagiaan masa kecil mereka. Perjalanan yang mereka akan lalui masih sangat panjang dan semoga cinta dan kasih sayang yang kami berikan memampukan mereka untuk tetap mencintai kehidupan dengan segala suka dukanya dan menyadari bahwa mereka berharga. Setidak-tidaknya demikianlah mereka di mata Tuhan dan di mata kami.

 

Tersenyumlah…