DSC_1873Slamet.

Nama ini tidak asing bagi para anggota pengajar kakak asuh, maupun bagi peserta kegiatan adik asuh. Begitu mendengar namanya, yang pertama kali terbayang adalah sosok anak lelaki beranjak gedhe, yang cerdas, somehow agak tricky, kadang terkesan arogan dan usil. Lepas dari itu, Slamet adalah anak yang selalu bersemangat dan jarang terlihat sedih.

Selama yang saya tahu, Slamet adalah anak yang optimis dan cukup easy going.

Sikap easy going Slamet ini bahkan terlihat saat suatu ketika dia menceritakan pada kami mengenai rasa sakitnya saat buang air kecil.

Dengan gaya bahasa yang apa adanya, ia menyebutkan bahwa rasanya sangat sakit saat harus buang air kecil. “Ada darahnya juga kak” ,begitu katanya. Pengakuan ini membuat kakak-kakak, terutama PJ SMP menjadi “kepikiran”: sebetulnya sakit apa sih, si Slamet ini? Bahkan dalam kesakitannya pun, ia berusaha tampak biasa saja. Seolah-olah tidak ada apa-apa. Seakan semuanya baik-baik saja.

Bulan berganti bulan, dan Slamet masih mengeluhkan hal yang itu-itu juga. Sampai pada akhirnya ada titik terang tentang penyakitnya. Ah..rupanya dia memiliki masalah di ginjal. Tepatnya pembengkakan ginjal karena tertutup lemak, dan hal itu harus cepat ditangani.  Pertama kali mendengarnya, kami semua merasa prihatin. Mengapa hal ini bisa terjadi pada seorang anak yang baru saja beranjak gedhe? Belum lagi biaya operasi yang harus dikeluarkan nanti.

Namun, keputusan final menyatakan bahwa Slamet harus dioperasi.

Jadilah…tanggal 24 Maret jam 9 pagi, Slamet dioperasi di RS Pasar Rebo. Dan beberapa kakak asuh menyempatkan diri untuk menjenguknya di hari itu.

Saat kami ada disitu, kami sudah disambut oleh celoteh Slamet tentang proses operasinya. Dia dapat menceritakan dengan detail mengenai proses bius yang dialaminya. Bagaimana usaha para dokter untuk membuang lemaknya. Bahkan dia menceritakan bahwa dia sempat melihat ada banyak darah di bagian bawah. “Sekarang juga masih berdarah nih kak..panas rasanya…” sambil menunjukkantong urinnya yang memang masih berwarna merah.

Dia berkata, bahwa setelah ini dia ingin sekali menjadi dokter. Karena ia ingin bisa menyembuhkan banyak orang. “Dan lagi..jadi dokter itu sepertinya asyik, kak..”katanya. Oya,dia juga berjanji akan meminum air putih banyak-banyak. Karena ternyata, sebab penyakit Slamet selama ini adalah kurangnya konsumsi air putih. “Sekarang jadi doyan air putih kak…ternyata enak” ujarnya lagi.

Apakah perjuangan Slamet sudah selesai dengan operasi ini? Belum. Karena ternyata alat-alat di RS Pasar Rebo belum terlalu lengkap. Jadi, Slamet masih harus menjalani operasi lanjutan di RSCM agar batu yang ada dalam ginjalnya dapat diambil.

Lepas dari itu, jujur secara pribadi saya kagum dengan anak ini. Ia tangguh dan berani. Ia juga tetap semangat,meski secara fisik saya yakin dia merasa tersiksa. Apalagi sekarang dia harus jadi sleeping handsome sementara waktu alias hanya boleh berbaring saja dan tidak terlalu banyak bergerak. Ini merupakan tantangan bagi Slamet,karena waktu kami menengok, tidak terhitung sudah berapa kali ia menggerakkan tubuhnya saking semangatnya dia bercerita. ^_^

Slamet..cepat sembuh ya… kami semua rindu melihat kamu dapat beraktivitas seperti biasa lagi bersama-sama dengan kami.

Terus berjuang,Slamet….Karena kamu memang terlahir sebagai pejuang.