Sekitar 62 prakarya adik asuh meramaikan perayaan ulang tahun pelayanan adik asuh yang ke-16, di lapangan sekolah PSKD, Jakarta Selatan, 21 Februari 2015. Puluhan karya tangan mereka terpajang di dua kursi kayu panjang.

Sungguh antusias!

Adik-adik menyerahkan kreativitasnya, antara lain tikar berbahan  plastik bekas  yang dibuat oleh Wani (kelas V) dan bunga beserta vasnya yang terbuat dari bekas sedotan dan botol aqua ukuran 1,5 (Mauren, kelas IV).

“Sedotannya dari nemu,” kata Mauren tersipu.  Ia kemudian menuturkan cara membuat bunga plastik itu dan kerjasamanya dengan ibunya.

Bunga sedotan cantik dalam perayaan adik asuh ke 16 tahun

Bunga plastik terbuat dari sedotan warna warni ditambah vas bunga terbuat dari bekas botol minuman mineral berukuran 1,5 liter

Karya lainnya adalah tempat pensil yang terbuat dari kardus bekas, boneka gantungan kunci, mainan bus pariwisata berbahan kardus bekas, dan kotak obat berbentuk robot yang terbuat dari kardus sepatu. Hal ini sesuai dengan prasyarat untuk mengikuti lomba, yakni harus menggunakan kertas daur ulang/bekas.

Bus pariwisata terbuat dari kardus bekas

Bagas membuat mainan bus pariwisata terbuat dari kardus bekas. Ia membuatnya bersama ayah tercinta.

Antuasiasme adik-adik juga ditunjukkan dengan menyerahkan karya seni mereka, berupa pantun, puisi dan menulis cerita/mengarang.  Beberapa peserta lomba menuangkan idenya tentang peran ibu dan sahabat.

Ada pula yang menceritakan tentang keinginannya memiliki kelinci. Seperti Monika, yang akhirnya merebut juara II. “Aku suka kelinci dan ingin punya,” kata Monika.  Sedangkan juara I, diraih oleh Defiya, siswi SMP. Ia menciptakan 2 puisi, yang salah satunya berjudul “Hujan”.

Para juri terlihat kompak menilai karya adik asuh

Ka Merry, Ka Martha dan Ka Dita menjadi juri yang diberi tugas untuk menilai puisi, pantun, prakarya, dan gambar yang dibuat adik asuh, pada 21 Februari 2015

Beberapa dari mereka pun turut dalam lomba menggambar. Karya mereka memang terlihat masih sederhana. Seperti gambar gunung, matahari, rumah, dan pohon yang kemudian dipulas dengan pensil warna atau crayon.

Selain perlombaan secara individual tersebut, perayaan yang dimulai sejak pukul 09.00 ini diwarnai dengan kompetisi antar kelompok di lapangan atau di ruang kelas. Rangkaian acara ini disusun oleh K Eni. Adik-adik yang berjumlah 120 anak itu pun diminta untuk membuat yel-yel kelompok.

Berbagai lomba digelar dalam perayaan ulang tahun adik asuh ke 16 tahun.

Ka Eni dan salah satu grup adik asuh yang berlomba dalam perayaan ulang tahun adik asuh ke 16 tahun.

Smile for this wonderful birthday

Senyum dan tawa mewarnai perayaan ulang tahun adik asuh ke 16 tahun.

Puji Tuhan, cuaca cerah hingga berakhirnya acara pada pukul 15.00. Sebelum pulang, kami menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” dan “Happy Birthday” yang dilanjutkan dengan saling mengucapkan selamat dan ‘wishes’

Kue ultah adik asuh ke 16 tahun

Kue ultah adik asuh ke 16 tahun dipegang oleh ka Aika dan ka Christine

Ada lomba ada hadiah. Adik-adik dan orang tua yang mendampingi–sempat ikut berlomba– pulang ke rumah masing-masing dengan gembira, sambil membawa hadiah berupa kaos dan peralatan tulis menulis.

Adik asuh menerima hadiah dengan tersenyum bangga

Adik asuh menerima hadiah dengan tersenyum bangga

Kakak-kakak pun senang, termasuk saya hehe..Keringat dan lelah kami terbalas dengan kesuksesan acara yang diberkati Tuhan ini.

Foto bersama perayaan adik asuh ke 16 tahun

Foto bersama perayaan adik asuh ke 16 tahun di PSKD, Jakarta Selatan, 21 Februari 2015.

Semoga pelayanan ini dapat semakin luar biasa di waktu-waktu yang akan datang dan diberkati Tuhan Yesus. Itu doa kami semuanya. Berbagi waktu, berbagi ilmu dan berbagi kasih!

MARTHA WARTA SILABAN

Foto: Christine Valentina, Aika Febriana Darmawati, dan Cyndy Panjaitan