Asiknya, saya dan teman-teman berkeliling Ibu Kota, pada Sabtu, 17 Oktober 2015. Sekitar pukul 10:30 WIB kami berangkat dari GKI Kebayoran Baru menuju terminal Blok M, Jakarta Selatan.

Di halaman kantor Gubernur DKI Jakarta bersama teman-teman dan kakak asuh GKI

Di halaman kantor Gubernur DKI Jakarta bersama teman-teman dan kakak asuh GKI.

Sesampainya di terminal, kami menunggu kedatangan bus Trans Jakarta di halte. Baru saja bus bergerak, tiba-tiba seorang bapak berteriak agar supir Bus Trans Jakarta menghentikan laju bus. Pasalnya, istri penumpang itu tertinggal di halte.

Setelah berhenti sesaat, bus jurusan Blok M-Harmoni itu pun berangkat. Saya, teman-teman bersama kakak asuh GKI Kebayoran Baru duduk ‘manis’ di dalam bus. Kami akan menuju Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat.

Berhenti di Halte Monas untuk memulai perjalanan keliling Ibu Kota.

Berhenti di Halte Monas untuk memulai perjalanan keliling Ibu Kota.

Turun di halte Monas, kami sempatkan berfoto sebelum menyeberang menuju tempat pemberhentian bus “city tour Jakarta” di depan Museum Nasional. Supir Bus yang akan kami tumpangi sempat kesal, karena di depannya ada bus rombongan yang berhenti bukan pada tempatnya. Berkali-kali supir bus itu mengklakson.

Halte City Tour di depan Museum Nasional Jakarta

Halte City Tour di depan Museum Nasional Jakarta

Setelah kejadian itu kami langsung naik bus tersebut, dan kami lebih memilih duduk di lantai atas, karena kami bisa melihat kemegahan Ibu Kota dengan gedung-gedung bertingkatnya, dan kami juga melihat Gedung Kesenian Jakarta dan Masjid Istiqlal. Ketika ingin kembali lagi ke Monas, kami mengunjungi sejenak Balai Kota Jakarta atau yang dikenal dengan kantor Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Kami bangga dengan bendera Merah Putih dan bangga menjadi anak Indonesia.

Kami bangga dengan bendera Merah Putih dan bangga menjadi anak Indonesia.

Sesampainya di Balai Kota Jakarta, sekitar pukul 12:45 kami menunggu untuk masuk. Karena wisata balai kota dibuka pada pukul 13:00. Akhirnya kami bisa masuk, dan saya bisa melihat ke dalam Balai Kota Jakarta. Saat masuk, yang saya lihat yaitu deretan foto-foto mantan gubernur dan wakil gubernur terdahulu.

Saya (Teguh) berakting seolah sebagai Gubernur DKI

Saya (Teguh) berakting seolah sebagai Gubernur DKI

Setelah itu saya dan teman-teman masuk ke dalam ruang sidang Gubernur DKI Jakarta,dan saya sempat menduduki kursi orang nomor satu di Jakarta tersebut. Setelah itu saya melihat ruang tamu yang ada di balai kota tersebut. Setelah kami mengunjungi balai kota kami menuju silang Monas untuk makan.

Berfoto bersama kakak asuh dan teman-teman setelah makan di Lenggang Jakarta.

Berfoto bersama kakak asuh dan teman-teman setelah makan di Lenggang Jakarta.

Sesampainya di sana, kami langsung menuju Lenggang Jakarta untuk menyantap makanan. Di tempat ini kami makan dengan menu ayam penyet. Karena lapar kami semua makan dengan lahap. Menu kami pun ditambah dengan suguhan kerak telur oleh kak Yosep. Dan itu membuat saya dan teman-teman saya langsung berebut kerak telur tersebut. Setelah kenyang kami bergegas pulang menuju halte Bus Trans Jakarta.

Ini kerak telor, makanan khas Jakarta.

Ini kerak telor, makanan khas Jakarta.

Setelah itu kami menaiki bus Trans Jakarta untuk menuju halte Blok M ,dan saat perjalanan pulang kami melihat lagi deretan gedung pencakar langit, taman kota,dan proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT). Saat perjalanan pulang saya dan teman-teman bercanda di dalam bus Trans Jakarta,karena asiknya bercanda tak terasa perjalanan berakhir di terminal Blok M. Setelah itu saya dan teman-teman menuju ke PSKD, sekolah yang terletak di samping GKI–tempat kami les.

Hari ini adalah hari yang melelahkan, tetapi rasa lelah tersebut tidak terasa karena kami melakukannya secara bersama-sama dengan asiknya.

Tikno Pratikno (siswa kelas 9)

Foto: koleksi kakak dan adik asuh

Editor: Ka Martha Silaban