PELAYANAN ADIK ASUH

Pelayanan Adik Asuh merupakan wadah bagi jemaat muda dan simpatisan GKI Kebayoran Baru yang bersedia berbagi waktu, berbagi kasih dan berbagi ilmu dengan anak-anak usia sekolah yang dilayani

Mengenal lebih jauh kegiatan PELAYANAN ADIK ASUH

Pelayanan Adik Asuh terbuka pada anak-anak usia sekolah tanpa memandang suku, agama, ataupun strata ekonomi. Walaupun demikian, Pelayanan Adik Asuh lebih diutamakan kepada anak-anak dari sektor informal yang memiliki keinginan kuat untuk belajar ditengah kesulitan hidupnya. Tahun 2008 ini Pelayanan Adik Asuh sudah memasuki usia 8 tahun pelayanan.

KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR

Aktivitas belajar-mengajar adalah kegiatan utama dalam Pelayanan Adik Asuh. Kegiatan ini secara rutin diadakan setiap Sabtu, pk. 14.00-16.00 WIB di Ruang Athena atau di pelataran GKI Kebayoran Baru. Materi pelajaran yang disampaikan antara lain Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan pelajaran sekolah lainnya. Tenaga pengajar adalah jemaat muda atau simpatisan GKI Kebayoran Baru yang bersedia secara sukarela tanpa dibayar untuk berbagi waktu, kasih dan ilmu. Adik asuh yang dilayani umumnya berasal dari sektor informal dimana kondisi sosio-ekonomi mereka tidak mendukung terciptanya lingkungan yang akademis untuk belajar.

Selain mata pelajaran umum, kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan juga ditekankan pada pembentukan budi pekerti, karakter serta nilai-nilai universal. Hal ini dikembangkan melalui penyediaan kotak baca yang berisikan berbagai buku bacaan menarik dan edukatif, kebiasaan berterimakasih, permainan dan lagu, seni, serta aktivitas kreatif lainnya.

Menyadari bukan pendampingan akademis saja yang dibutuhkan adik asuh tetapi juga bekal keterampilan, maka ada waktu-waktu dimana para kakak asuh mengajar cara membuat suatu keterampilan tertentu. Untuk pelajaran keterampilan ini kadang-kadang para orangtua adik asuh juga diikutsertakan.

Hal yang paling utama dalam kegiatan belajar-mengajar dan harus dimiliki oleh setiap kakak asuh adalah KASIH. Kasih dapat menjadi motivasi yang benar dalam mengajar, kasih dapat menguatkan saat pelayanan tampaknya sulit, kasih dapat mengeratkan persaudaraan dan kasih juga dapat menggerakkan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Satu lagi, pengalaman dikasihi dan dicintai, adalah salah satu bekal yang ingin kami berikan bagi adik asuh dalam melihat kehidupan.

PERTEMUAN ORANGTUA

Pertemuan orangtua adik asuh dilakukan setiap awal tahun ajaran baru. Pertemuan ini berguna untuk mengkomunikasikan perkembangan adik asuh sekaligus mensosialisasikan kebijakan-kebijakan yang di ambil Tim Pelayanan Adik Asuh dalam periode tahun ajaran yang baru.

Sejak tiga tahun terakhir, Tim Pelayanan Adik Asuh menambahkan agenda sarasehan dalam kegiatan pertemuan ini. Sarasehan yang dimaksud adalah mengangkat berbagai topik sederhana tetapi dirasa perlu bagi para orangtua.

Sarasehan pertama yang diadakan pertengahan tahun 2005, para orangtua diajak secara umum melihat kemiskinan dalam berbagai bentuk sekaligus usaha-usaha berbagai komunitas dalam menolong dirinya. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum bahwa kemiskinan bukan cuma masalah mereka dan kemiskinan tidak dikondisikan untuk meletakkan kita pada posisi ’tidak tertolong’ melainkan perlu berupaya sekian kali lebih keras untuk menolong diri sendiri agar kelak dapat menolong komunitas. Dan, pendidikan itu perlu untuk mengentaskan kebodohan dan pembodohan.

Walaupun sarasehan pertama itu hanya memberikan gambaran umum tetapi dapat dirasakan antusiasme para orangtua untuk mendorong anaknya belajar. Sekali lagi Tim Pelayanan Adik Asuh merasa perlu menggarisbawahi bahwa pendidikan anak bukan saja tanggung jawab sekolah dan Tim, tetapi peran serta orangtua juga sangat dibutuhkan. Untuk itu, dalam sarasehan yang ke-2 pada tahun 2006 kami menekankan bahwa peran pengasuhan orangtua tidak dapat dialihkan. Orangtua adalah figur yang dapat digugu dan ditiru oleh anak serta memberikan dampak besar dalam proses tumbuh kembangnya. Tim sangat terbantu dengan kehadiran rekan-rekan KOMPA yang melayani melalui talenta seni peran dan menampilkan lakon yang menarik mengenai pola pengasuhan dalam keluarga. Dalam sarasehan inipun orangtua diajak untuk mengenali anaknya secara lebih baik berikut potensi mereka.

Tahun 2007 ini merupakan salah satu tahun terberat dimana beberapa orangtua terpuruk secara finansial, anak-anak yang cukup baik dalam segi akademis justru putus sekolah dan tidak memiliki tempat tinggal, serta banyak hal lainnya. Sarasehan yang diadakan bulan Juli lalu dengan tema ’Mengelola Keuangan Rumah Tangga’ mendapat antusiasme yang besar terutama karena kami mengundang pembicara yang berkecimpung dengan komunitas yang serupa dengan komunitas orangtua adik asuh, bahkan turut serta pula seorang pemulung yang telah mampu menata keuangan keluarganya dengan lebih baik.

Tentunya setiap penyadartahuan yang coba Tim Pelayanan Adik Asuh gulirkan bagi para orangtua juga diikuti oleh sebuah pekerjaan rumah untuk menempatkannya tidak sekedar pada ranah informasi tetapi juga aplikasi dalam kehidupan nyata. Tetap bergumul dan beriman!

WISATA EDUKATIF

Dalam perjalanan belajar-mengajar kadang sangat sulit menjelaskan hal-hal atau bahkan kata yang sebetulnya lazim. Contohnya: riak gelombang, atau buih di pantai. Penyebabnya sangat sederhana yaitu karena dalam kehidupan nyata mereka belum pernah melihat pantai. Belajar melalui pengalaman adalah salah satu alasan diadakannya Wisata Edukatif.

Sebisanya kegiatan Wisata Edukatif ini dilakukan sekali setahun. Adik asuh akan menimba berbagai pengalaman menarik, belajar hal baru, semakin bersemangat dan tentu saja menikmati kegembiraan yang sudah sewajarnya dinikmati oleh anak-anak seusia mereka.

Tempat-tempat yang pernah kami kunjungi antara lain: Pusat Primata Schmutzer – TMR, Monumen Nasional (termasuk didalamnya mencoba busway), dan Pusat Peragaan IPTEK – Taman Mini Indonesia Indah. Tentu saja kegiatan seperti ini tidak bisa terlalu sering kami lakukan karena memerlukan biaya yang cukup besar. Adik-adik sendiri sudah beberapa kali berharap bisa pergi ke Dunia Fantasi – Ancol dan mencoba berbagai wahana yang mereka dengar katanya menarik. Untuk itu mereka sudah diwanti-wanti untuk menabung mulai tahun ini. Kalau tahun depan masih belum cukup, ya ditunda tahun depannya. Kalau tahun depannya belum cukup juga, ya ditunda lagi hehe.. tapi optimis sajalah, kalau mau berusaha pasti selalu ada jalan. Amin.

INGIN TAHU LEBIH LANJUT MENGENAI PELAYANAN KAMI?

Silahkan menghubungi kami di adik.asuh@gmail.com!

Tuhan memberkati!